METROINFONEWS.COM | LANGSA ACEH – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kota Langsa, diduga telah melakukan seleksi atlet Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) ke XVII Cabor Karate Abal-abal tidak sesuai spesifikasi dan tidak melibatkan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki), sehingga terjadi kericuhan.
Haltersebut dikatakan oleh salah seorang pelatih Karate, Maron di hadapan Plt. Kadis Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kota Langsa, Suriyatno, Ap, M.Sp. Sekaligus mempertanyakan standar apa yang diambil oleh panitia seleksi untuk atlet karate yang dilaksanakan oleh Dispora Kota Langsa, yang akan mengikuti Popda di Aceh Timur 2024 nantinya.
Karena menurut kami sebagai pelatih cabor karate yang dilakukan oleh panitia seleksi tidak sesuai dengan prosedur dan juknis, sehingga terjadi kericuhan dan penolakan,” ujarnya.

Maron menambahkan, yang seharusnya seleksi itu harus melibatkan Forki karena mereka punya tim induk organisasinya dan punya wasit biar mereka yang menilai, tapi ini tidak orang itu harus dengan Bustami seorang pelatih yang di tunjuk oleh Dispora sehingga terjadi kecurangan,” ujarannya lagi.
Seleksi atlet Popda ke XVII cabor karate yang dilaksanakan di Aula SMKN 3 Langsa, mulai 02 S/D 08 Maret 2024.
Ketua Harian Forki Suparlan, kepada media ini mengatakan, Dispora tidak ada instruksi dan kordinasi dengan Forki, baik melalui surat, tiba-tiba sudah terlaksana seleksi atlet Popda yang dilaksanakan oleh Dispora Langsa, kamipun tidak tua apa maksudnya dari Dispora,” ungkapnya.

Suparlan, menambahkan karena Dispora Kota Langsa tidak ada koordinasi dengan kami Forki untuk itu semua fasilitas Forki itu tidak boleh di gunakan, karena belum ada kejelasan dan sdm, sdm yang dimaksud seperti, Pelatih Wasit Atlet itukan punya Forki semuanya, tapi Dispora tidak mengindahkan yang seharusnya harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan kami Forki,” jelasnya.
“Oleh sebab itu, kami mengambil sikap tegas yang merasa masih orang Forki atlet Forki kita tarik, Karena pihak Dispora belum duduk dan berkoordinasi dengan Forki, tapi ini dilaksanakan oleh Dispora semacam di paksakan ada apa dengan Dispora Kota Langsa,” tanya Suparlan ketua harian Forki.
Semetara Plt. Kadis Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kota Langsa, Suriyatno, Ap, M.Sp. yang juga sebagai Asisten I Pemko Langsa mengatakan, ini bukan kericuhan namun ada berapa hal yang dari pihak pelatih untuk mengajukan keberatan itu kan di atur dalam mekanisme keberatan,” katanya.

“Saya sampaikan tadi bahwasanya itukan di lampirkan untuk mekanisme keberatan, dan tadi tiba-tiba ada informasi bahwasanya di tarik sementara dan saya tidak paham juga kenapa di tarik, seperti nya dari pihak ketua harian Forki.
Kata, Supriyatno adapun untuk panitia pelaksana dari Dispora bukan dibawah Forki, hanya sanya Dispora meminta dukungan dari Forki dan ada suratnya, dan ini bukan terjadi miskomunikasi malah ada suratnya resmi saya minta, cuman dari pihak Forki sendiri sampaikan sekarang ini belum di kirim orangnya. Sementara waktu kita sudah mepet jadi langsung jalan sendiri dengan memohon bantuan dari pihak agensi dari Provinsi,” ujarnya.
Supriyatno, terkait ada yang mengatakan pelaksanaan seleksi atlet Popda XVII cabor karate tidak sesuai dengan prosedur, nanti saya pertanyakan dengan dewan hakim yaitu wasit dan sepanjang ini wasit belum memberikan jawaban,” tutur Plt. Dispora Langsa.(DANTON) Kaperwil Aceh

