METROINFONEWS.COM | Kab.Manggarai Barat, (NTT)_Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada Selasa, 12 November 2024, sekitar pukul 19.18 WITA, berlanjut hingga hari Rabu, 13 November ini berdampak pada semua aspek, termasuk dalam hal perekonomian warga yang berdomisili di Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat.
Team komunitas Solider Group Nusantara (Solidaritas Jurnalis dan Aktivis Lintas Daerah Nusantara) saat melakukan kunjungan ke Kecamatan tersebut menyambangi dua pasar terdekat yang berada di Kecamatan Komodo, yakni Pasar Baru yang terletak di Desa Gorontalo dan Pasar Batu Cermin Wae Kasambi, yang terletak di Desa Batu Cermin.
Hal itu dipaparkan oleh Ketua umum Solider Group Nusantara, Panjy Ardian Agus Salim, SE., saat berkunjung ke Pasar Baru dan Pasar Rakyat Batu Cermin Wae Kasambi, yang mana para pedagang kebanyakan mengeluhkan kondisi pasar yang sepi selama ini, diakibatkan oleh erupsi gunung Lewotobi.
“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa, abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotobi di Flores ini berdampak pada penundaan penerbangan juga, baik domestik maupun internasional, jadi para wisatawan dalam dan luar negeri tidak ada yang berkunjung ke Pulau ini via pesawat udara “, tuturnya, Minggu (17/11/2024).
Lanjutnya, keluhan pedagang ini didengarnya langsung saat menyambangi kedua pasar yang berada di Kecamatan Komodo, baik dari pedagang Pasar Baru maupun Pedagang di Pasar Rakyat Batu Cermin.
“Jadi ada 2 titik lokasi yang sering Kami kunjungi bersama Team, di Pasar Baru ada Bang Yoan, trus di Pasar Rakyat Batu Cermin, Kami Ketemu dengan Om Allo, rata-rata keluhan mereka sama semua, sepi pelanggan akibat dampak erupsi gunung Lewotobi”, jelasnya.
Senada dengan curhatan kedua pedagang pasar, salah seorang penjual di seputaran pelabuhan penyeberangan Labuan Bajo, Mama Rindu turut mengeluhkan kondisi saat ini.
“Sepi Mas, para turis asing tidak ada lagi yang datang, itu para wisatawan asing yang Mas lihat jalan, mereka sudah lama di sini, tidak bisa pulang akibat belum dibuka penerbangan “, kuncinya.
(Team Solider Group)

