METROINFONEWS.COM | ACEH TIMUR – Pembangunan ruang UKS beserta perabotnya dan Pembangunan Ruang Laboratorium beserta perabotnya di SMP Negeri 3 Ranto Selamat, Kecamatan Ranto Selamat, Kabupaten Aceh Timur yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2023 yang berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Aceh Timur bersifat swakelola diduga asal jadi dan terdapat kemiringan jika dilihat dengan kasat mata.
Begitu juga pada pekerjaan tambahan pengganti dinding atara kedua ruangan UKS dan Laboratorium, di alihkan untuk penahan tanah menggunakan batu bata sudah patah dan tumbang sebagainya.

Hasil pantauan awak media di lapangan saat melakukan kontrol sosial, Pekerjaan pembangunan ruang UKS dan Laboratorium diduga dikerjakan asal jadi.
Beberapa warga setempat termasuk ada perangkat Gampong saat menjumpai awak media di lokasi pekerjaan proyek tersebut, membenarkan bahwa pembangunannya diduga dikerjakan asal jadi dan miring, dan kemiringan bisa kita lihat dari terasnya nampak turun,” ungkap beberapa warga, Rabu (22/11/2023).
Mereka mengaku kecewa dan menyesalkan terhadap pihak pelaksana bersifat swakelola yang mengerjakan proyek untuk kepentingan negara dalam rangka mencerdaskan anak bangsa, membuat bangunan asal berdiri tanpa memperhatikan dampak yang bakal diterima oleh penerima manfaat nantinya.

Mestinya kata warga lagi, proyek untuk ruang UKS dan Laboratorium untuk anak bangsa tidak boleh asal dikerjakan dan asal berdiri aja, untuk meraih keuntungan besar. Bagaimana tidak, proyek dengan nilai 269 juta untuk pembangunan UKS dan 583 juta untuk pembangunan laboratorium, keduanya sudah hampir mendekati angaran satu milyar.
“Seharusnya pembangunan ruang UKS dan ruang laboratorium SMP Negeri 3 Ranto Selamat harus diawasi dengan benar baik dari pihak konsultan pengawas maupun dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur selaku tim swakelola, kalau kita lihat bangunan miring seperti ini bisa kita menduga ada yang main mata untuk meraih keuntungan yang besar,” kata sejumlah warga di lokasi proyek tersebut.
Armiati, S.Pd selaku Kepala sekolah SMP Negeri 3 Ranto Selamat yang hendak dikonfirmasi tidak berada sekolah. Dihubungi melalui telepon mengatakan, menyangkut dengan bangunan yang katanya miring,” saya tidak tau,” ucapnya.

Begitupun tentang ada pondasi untuk penahan tanah timbun yang sudah roboh, Armiati ngakunya tidak tau, karena saya belum ke sekolah tidak melihat, yang sebelumnya tidak ada yang patah dan roboh mungkin karena hujan bisa saja roboh,” ujarnya via telpon sambil mengarahkan awak media silahkan tanya saja ke dinas dengan Bapak Khaidir.
Sementara, Khaidir dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur yang di konfirmasi melalui telepon mengatakan itu proyek swakelola dan ada timnya termasuk kepala sekolah dan dinas.
Adapun untuk bangunan yang katanya miring, itu bukan miring hanya sanya bangunan tidak siku, kalau bangunan tidak siku itu sudah biasa,” kata Khaidir yang menganggap biasa kalau bangunan tidak bersiku alias miring.
Khaidir mengatakan, untuk lebih jelasnya tentang pembangunan tersebut silahkan tanya ke konsultan pengawas karena kami dari pihak dinas hanya mengawasi,” tuturnya.(DANTON) Kaperwil Aceh

