Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Iqbal Suhaeb Sidak Disdukcapil Takalar saat Libur Nasional, Pastikan Layanan KTP-el Tetap Berjalan.

Mei 15, 2026

Satreskrim Takalar Tindak Tegas Pelaku Kriminal,kasus Busur Hingga Pencurian Emas Terungkap.

Mei 13, 2026

Semangat Gotong Royong Warga Cakura, Masjid Dibangun dari Swadaya Masyarakat Capai Rp.850 Juta.

Mei 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»PEMERINTAH»Cuitan Maulana Ramli ; Media Online Abal-Abal Menjamur di Era Digital
PEMERINTAH

Cuitan Maulana Ramli ; Media Online Abal-Abal Menjamur di Era Digital

M Indra MapparentaBy M Indra MapparentaApril 6, 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM | Gowa — Tumbuhnya dunia digital Indonesia tidak semua membawa angin segar. Terkadang, banyak para penggunanya diduga mencari celah untuk meraup keuntungan dengan menggunakan berbagai cara. Salah satunya, membuat media online dan menyebarkan informasi berbau provokasi, mengintimidasi narasumber, kabar bohong, Atau Hoax hingga membuat gerah berbagai kalangan, Jumat (5/4/2024).

Menanggapi hal itu, Maulana Ramli Idris, selaku jurnalis muda sekaligus pendiri Media Cetak & Online Makassar Global, memberikan tanggapan tentang maraknya media online diduga abal-abal menjamur di berbagai wilayah di Indonesia.

“Dugaan Media abal-abal kian menjamur itu tentunya membuat banyak kalangan merasa resah, termasuk kita sebagai jurnalis. Saya sering bertanya pada diri sendiri, kenapa kadang ada penulisan sebuah berita, isi beritanya tersebut tidak memenuhi unsur 5W 1H dalam etik jurnalistik, cenderung amburadul,” kata Maulana Ramli.

Selain itu, “Salah satu kategori dugaan media abal-abal tidak berbadan hukum perusahaan pers, yaitu badan hukum mereka menumpang, alamat redaksi tidak jelas, tidak mencantumkan nama penanggung jawab di boks redaksi,” ucap Direktur Utama PT. GMGI.

Lanjutnya, “Media seperti ini, kadang cenderung diduga melanggar kode etik, penggunaan bahasanya tidak memenuhi standar baku, sering provokatif,” ungkap pendiri Media bernama belakang Ramli Idris.

Menurut Maulana, “Jurnalis itu poin utamanya ketika memberitakan harus wajib konfirmasi kepada pihak yang bersangkutan , tidak boleh sampai tidak melakukan konfirmasi kedua belah pihak ketika berita itu sensitif ataupun berita kontrol. Ingat, media adalah dua sisi atau dua penjuru, akurasi data, attitude penulisan berita paling diutamakan,” terangnya.

Tentang Jurnalisme Independen & Jurnalisme Partisan.

JURNALISME independen adalah kegiatan jurnalisme yang dalam proses peliputan serta penulisan beritanya tidak melakukan keberpihakan kepada kelompok atau golongan tertentu. Pemberitaan media cenderung cover both side (dua sisi), mengakomodir pernyataan kedua kelompok berbeda. Sehingga masyarakat mendapat informasi benar, tidak diarahkan untuk membentuk sentimen tertentu.

Jurnalisme partisan, sebaliknya, dalam praktik mengedepankan kepentingan kelompok dibelanya, tanpa dilandasi konsep kerja jurnalistik berdasarkan fakta dan makna. Dalam jurnalisme partisan, sedikit kesalahan kelompok yang tidak sepaham akan diberitakan dengan bombastis. Sedangkan kesalahan besar pada kelompoknya akan ditutup-tutupi. Sehingga muncul sentimen tertentu dan bisa memicu konflik.

Pendiri Makassar Global menambahkan, bahwa media dipandang sebagai instrumen ideologi, melalui mana satu kelompok menyebarkan pengaruh dan dominasinya kepada kelompok lain.

“Media bukanlah ranah yang netral di mana berbagai kepentingan dan pemaknaan dari berbagai kelompok akan mendapat perlakuan yang seimbang. Media justru bisa menjadi subjek yang mengkonstruksi realitas berdasarkan penafsiran dan definisinya sendiri untuk disebarkan kepada khalayak. Media berperan dalam mendefinisikan realitas. Kelompok dan ideologi dominanlah yang biasanya lebih berperan dalam hal ini,” papar Maulana Ramli saat diskusi ringan di kantor redaksi GMGI GROUP. (B11/Red)

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleKegiatan Buka Puasa DPD PPNI Kota Makassar Bersama Anak Panti Asuhan jannatunnaim
Next Article Tujuh Kebaikan AMI Dalam Ramadhan 1445 H, Miliki Makna Pitulungan

Berita Terkait:

DAERAH Mei 15, 2026

Iqbal Suhaeb Sidak Disdukcapil Takalar saat Libur Nasional, Pastikan Layanan KTP-el Tetap Berjalan.

Mei 15, 2026 DAERAH
DAERAH Mei 13, 2026

Semangat Gotong Royong Warga Cakura, Masjid Dibangun dari Swadaya Masyarakat Capai Rp.850 Juta.

Mei 13, 2026 DAERAH
DAERAH Mei 13, 2026

Pemdes Banggae Salurkan 567 Paket Sembako, Warga Bersyukur atas Bantuan yang Diterima.

Mei 13, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.