METROINFONEWS.COM | Maluku – Usai Sholat Jumat di Masjid Al-Muhajirin Waimeteng Pante Desa Piru, Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat SBB , Asri Arman langsung menuju lokasi pembangunan Masjid Nurul Yasin.
Bupati juga menanyakan setiap Material yang digunakan sesuai standar atau tidak kepada Kepala Dinas PUPR SBB. Bukan hanya itu, Ia juga mengecek langsung setiap sudut bangunan diperhatikan sejauh mana progresnya.
” Hari ini saya tinjau dan melihat langsung Kondisi Bangunan Mesjid Raya , biar kita pikirkan cari solusinya .” Kata Bupati
Sementara itu, berdasarkan hasil infestigasi MetroinfoNews,Jumat (7/3/25), Lokasi Pembangunan Masjid Nurul Yasin itu sendiri tampak kotor, tiang tiang penjanggal dari bambu berukuran panjang dibagian dalam bangunan sudah hampir rapuh dan kapan saja bisa roboh jatuh jika tidak di antisipasi bahkan bagian luar bangunan sudah dikelilingi rumput liar,
Potret pembangunan itupun seakan terkesan mangkrak tidak terurus setelah menelan Miliaran Rupiah dari Jantung Anggaran Pendapatan Belanja Darah APBD SBB.
Yang anehnya, pembangunan belum begitu rampung, namun Pintu utama dan pintu bagian dalam berlapis Kaca sudah dipasang.
Didalam bangunan Masjid Nurul Yasin yang belum kelar itu, Bupati Asri Arman terlihat berdiskusi dengan Kadis PUPR SBB Ahmad Wahyudi.
Bupati sempat berkomentar menanggapi jawaban Kadis Ahmad Wahyudi perihal apakah bangunan yang dikerjakan saat ini senilai dengan uang yang keluar atau tidak.
Nada Bupati seakan ada indikasi penyimpangan pada prospek pembangunan Masjid Nurul Yasin saat dirinya berkomentar.
“Mohon Maaf saya sudah lama dibagian ini , saya cukup tau jadi jangan tipu saya soal prospek pembangunan saya tau itu, saya pasti tau ” beber Asri dengan raut senyum .
Sebelumnya, Kadis PUPR sempat menghindar saat Metroinfonews ngin mengkonfirmasi perihal detil prospek pembangunan yang di duga mangkrak itu. Dirinya melempar jawab ke Pejabat Pembuat Komitmen PPK padahal selaku Kepala Dinas dia harus memberikan keterangan detail guna kepentingan Publikasi apalagi ini soal pembangunan Rumah Ibadah.
Ditempat terpisah, Metroinfonews mendatangi Kantor PUPR yang masih di Palang itu dan bertemu langsung Kadis Ahmad Wahyudi Pada Pukul 03:35 Wit.
Wahyudi ketika dikonfirmasi, ia mengakui jika adanya dugaan Hasil temuan satuan timpang yang katanya sudah dilakukanya pengembalian oleh PUPR .
“Ia ada temuannya, temuannya itu harga satuan timpang. Tiap item pekerjaan itu ada harga satuan timpangnya. Penawaran penyedia itu diatas 110%, jadi ketika ada adendum, PPK mungkin tidak perhatikan catatan Catan itu. akan tetapi terkait volume semuanya sama, akan tetapi sudah ada pengembalian” kata kadis
Reed: Pengembalian ini pun belum didalami lebih jauh oleh Metroinfonews perihal kepada siapa pengembalian dan berapa jumlah pengembalian serta berapa besar temuan volume pembangunan dikarenakan PPK sendiri lupa perihal demikian.
Untuk diketahui, Bupati di dampingi Oleh Kadis PU Kabupaten SBB Ahmad Wahyudi , Dan Sejumlah pegawai Dinas PUPR, Sekwan Sahril Mahulete, Andi Nur Akbar Anggota DPRD SBB ,dan Muhamat Adam selaku Pihak Ke tiga Pekerja Mesjid Raya.
Bersambung (ekdar/*).

