METROINFONEWS.COM |BULUKUMBA – Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bulukumba kembali mendesak Satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Bulukumba untuk membuka secara transparan proses penyelidikan terkait dugaan penyimpangan pengadaan bibit kakao di sejumlah desa Kabupaten Bulukumba. Desakan ini disampaikan dalam pernyataan sikap pada Selasa (9/9/2025).
Sebelumnya, pada Kamis (25/7/2025), Aliansi resmi melayangkan laporan pengaduan ke Tipidkor. Laporan tersebut menyoroti indikasi penyelewengan Dana Desa 2025 serta distribusi bibit kakao yang dinilai tidak memenuhi standar mutu dan legalitas. Kondisi ini disebut berpotensi merugikan negara sekaligus merugikan petani penerima manfaat.
Koordinator Aliansi, Impi Puto Sambu, mengungkapkan bahwa temuan di lapangan menunjukkan adanya kejanggalan harga. Bibit kakao dijual penangkar dengan kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000 per batang, meski diklaim memiliki jenis dan kualitas yang sama.
“Kondisi ini mengindikasikan adanya permainan harga, dugaan manipulasi data pengadaan, serta potensi praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme. Kami menduga ini adalah kejahatan yang terencana dengan melibatkan banyak pihak,” tegas Impi.
Keluhan juga datang dari penerima bibit. Seorang warga menuturkan kualitas bibit yang didapat tidak sesuai harapan. “Kalau di saya kurang bagus, entahlah di orang lain. Ada yang bukan sambungan, ada yang memang sudah layu,” ujarnya saat ditemui Metro Info News.
Aliansi menegaskan agar Tipidkor Polres Bulukumba segera menuntaskan kasus ini secara terbuka demi menjaga marwah penegakan hukum. Mereka juga mengajak masyarakat mengawal bersama jalannya proses penyelidikan.
Selain itu, Aliansi mendesak pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian dan Inspektorat, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pengadaan dan distribusi bibit kakao. “Pengawasan yang lemah membuka celah terjadinya penyimpangan. Ini harus segera dibenahi,” pungkas Impi.
Menanggapi hal tersebut, pihak Tipidkor Polres Bulukumba mengatakan “Laporan masih dalam tahap klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait,” ujar perwakilan Tipidkor saat dikonfirmasi melalui pesan whatsaap(/*)red

