METROINFONEWS.COM | Makassar – Keluhan warga Kelurahan Bonto Duri, Kecamatan Tamalate, soal aliran air bersih yang tak kunjung membaik kini memasuki babak baru.
Sejak pergantian meteran pada tahun 2022, air bersih hanya mengalir di malam hari sekitar pukul 21.00 WITA, dan bahkan sering berhenti total sebelum tengah malam. Pada siang hari, kondisi makin parah air tidak mengalir sama sekali, meskipun warga sudah menggunakan pompa penyedot.
Ironisnya, meski distribusi air tidak sesuai kebutuhan, warga tetap membayar tagihan air dengan lancar. Bahkan, dalam beberapa kasus, jumlah tagihan justru meningkat.
Laporan demi laporan telah disampaikan kepada petugas pencatat meteran, namun semuanya seolah masuk telinga kiri, keluar telinga kanan.
“Kami sudah bosan lapor. Petugas datang, catat, lalu pergi tanpa ada perubahan. Sekarang air malah sudah tidak mengalir sama sekali, bahkan malam pun tidak ada lagi,” ujar salah satu warga yang geram, Kamis 17 Juli 2025
Menanggapi persoalan ini, Ketua Cabang Barisan Muda Kesehatan Indonesia (BMKI) Makassar Andi Baso Mappangara SH, menyatakan sikap tegas.
1. BMKI menuntut dilakukannya audit menyeluruh terhadap sistem distribusi dan manajemen layanan pelanggan PDAM Kota Makassar, khususnya di wilayah Kelurahan Bonto Duri.
2. Pemerintah dan PDAM harus segera menormalkan distribusi air 24 jam penuh, tanpa diskriminasi waktu, untuk menjamin hak dasar warga atas air bersih.
3. BMKI meminta transparansi perhitungan tagihan air dan mendesak dilakukan evaluasi terhadap lonjakan biaya yang tidak sebanding dengan layanan.
4. BMKI mendorong wali kota Makassar untuk memberi teguran keras atau sanksi administratif terhadap pimpinan wilayah pelayanan PDAM yang lalai menjalankan kewajibannya .
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Seksi PDAM Makassar menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat kebijakan pemerataan jaringan dan peristiwa darurat teknis.
“Untuk wilayah Bonto Duri dan sekitarnya, memang terjadi pengurangan debit air akibat pemerataan distribusi. Ditambah lagi, kemarin pipa berdiameter 600 mm di Jalan Beringin, Kabupaten Gowa, pecah dan memerlukan waktu dua hari perbaikan, sehingga penyaluran air ke Makassar terhenti total. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujar pejabat PDAM.
Namun bagi warga, alasan demi alasan sudah terlalu sering terdengar. Yang dibutuhkan bukan lagi permintaan maaf, melainkan tindakan nyata dan pemulihan hak atas layanan air bersih yang layak.(/*)Ir.T

