Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Aktivis Desak Pengusutan Tuntas Dana PUAP @pertanian Takalar: Diduga Menguap, Negara dan Petani Dirugikan

April 30, 2026

Demi Peningkatan Kesejahteraan Imam Desa,Rumah Hukum Indonesia Singgahi BAZNAS Takalar.

April 30, 2026

Dugaan Malapraktik di RS Thalia Irham: Pihak Rumah Sakit Diduga Berupaya Hilangkan Alat Bukti

April 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»DAKWAH»Ada Upaya Normalisasi Teror di Digital, Siapa Pelakunya?
DAKWAH

Ada Upaya Normalisasi Teror di Digital, Siapa Pelakunya?

By Desember 10, 2020Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Teror digital kerap terjadi belakangan ini di media sosial, bagaimana bisa terjadi? Wisnu prasetya, Peneliti dan Dosen Media di UGM menyebut trend ini terkait dengan bagaimana orang-orang  belakangan ini semakin tidak berani berpendapat, apalagi jika ide-idenya berbenturan dengan pemerintah. Ketakutan ini sudah menggejala dan membuat iklim demokrasi di internet justru jadi buruk.

“Kultur ketakutan itu bukan hanya menyergap warga sipil, tapi juga media” ungkapnya dalam diskusi Temu Penggerak Gusdurian (TUNAS) 2020 yang dilakukan secara daring (9/12)

Wisnu juga menambahkan beberapa kasus di mana ada serangan cyber di media, jurnalis yang mengalami kekerasan, bahkan beberapa beritanya yang minta diedit karena paksaaan di digital.

“Jadi ini itu seperti normalisasi teror. Teror ini bahkan menyerang anak muda yang sedang berfikir kritis,” tambahnya.

Misalnya, wisnu menyebutkan kejadian ketika aksi #ReformasiKorupsi salah satunya ketika whatsapp anak-anak STM diretas. Wisnu juga menambahkan cerita ketika  mahasiswa-mahasiswanya banyak yang diteror bahkan dituduh mendalangi kerusuhan di Malioboro ketika terjadi aksi tolak #omnibuslaw.

Baca juga: Islam dan narasi teror di internet

Wisnu juga menambahkan bahwa, serangan-serangan itu bertujuan untuk menakuti orang untuk berpendapat.

“Pilihan untuk melakukan doxing itu agar takut berpendapat, ini gejala yang berbahaya bagi demokrasi,” imbuhnya.

Penulis buku Suara Pers, Suara Siapa (2015) itu juga menambahkan bahwa isu-isu belakangan ini bersifat kultural. Sehingga solusinya juga tidak selalu bisa didapatkan dari pemerintah. Apalagi, menurutnya, saat ini banyak orang yang memilih untuk menjadi silent majority. Di mana mereka memilih pasif di media digital. Pelakunya siapa? Entahlah.

“Di sinilah pentingnya Gusdurian hadir untuk memberantas hoax juga menegah polarisasi yang mungkin terjadi di media,” tambahnya.

Temu Penggerak Gusdurian (TUNAS) 2020 adalah tempat bertemunya para gusdurians di seluruh dunia. Pertemuan ini berlangsung selama sepuluh hari, mulai tanggal 7 Desember hingga 16 Desember 2020.  Berbagai kegiatan publik yang seluruhnya diselenggarakan secara daring bisa diikuti oleh publik luas, baik melalui ruang Zoom atau pun live streaming di laman Fanpage KH. Abdurrahman Wahid.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleTafsir Surat Al-Baqarah Ayat 143: Menjadi Umat yang Moderat
Next Article Prof. Quraish Shihab: Jangan Berdiskusi dengan Orang yang Anda Dapat Kalahkah Argumentasinya, Tapi Anda Tidak Dapat Mengalahkan Kepala Batunya

Berita Terkait:

DAERAH April 17, 2026

*Mengenal Lebih Dekat Astrini Syamsuddin, Penulis dengan Genre Self-Help Religius*

April 17, 2026 DAERAH
DAKWAH Februari 4, 2026

Jelang Penyerahan SK PPPK, Sekda Langsa Turun Langsung Rapikan Barisan

Februari 4, 2026 DAKWAH
DAKWAH Januari 16, 2026

Ketua Yayasan Panti Asuhan Al Nursam Isi Hikmah Isra Mi’raj di Kodam Papua Selatan

Januari 16, 2026 DAKWAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.