Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Fraksi Gelora Desak Bupati Takalar Segerakan TPP ASN dan Evaluasi Penempatan Guru

Mei 1, 2026

Ahmad Daeng Se’re Serahkan Program Bedah Rumah untuk Warga Desa Jipang.

Mei 1, 2026

Pelepasan Jemaah Haji Takalar di Warnai Kisah Haru Anggi Gantikan Almarhumah Ibunya.

Mei 1, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»DAERAH»Ada Apa POLRES BULUKUMBA Belum Melakukan Penahanan Kepada Pelaku Penganiayaan Anak Di Bawa Umur
DAERAH

Ada Apa POLRES BULUKUMBA Belum Melakukan Penahanan Kepada Pelaku Penganiayaan Anak Di Bawa Umur

M Indra MapparentaBy M Indra MapparentaOktober 28, 2024Updated:Oktober 28, 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM | BULUKUMBA – Senin 28 Oktober 2024 – Hastin Orang tua korban penganiayaan yang telah melakukan pelaporan di POLRES BULUKUMBA merasa geram lantaran Pelaku yang telah menganiaya Anak nya ( wais ) belum di amankan

Awal mula kejadian : Pada tanggal 14 Oktober 2024 korban bernama Wais (15) diminta untuk mengisi air di empang milik tantenya bernama Risma. Kebetulan empang milik tante korban bersebelahan dengan empang milik Arsyad tempat pelaku bekerja.

Sembari korban mengisi air di empang milik tantenya, korban juga menyempatkan diri mencari umpan untuk menangkap kepiting di parit yang memisahkan empang milik tante korban dengan empang tempat pelaku bekerja.

Saat korban hendak memeriksa alat tangkap kepiting yang ia pasang di parit, tiba-tiba pelaku yang berada diatas rumah empang memukul korban dengan balok kayu tepat bagian kepala korban. Korban pun tidak sadarkan diri pada saat itu sekitar jam 11 malam.

Orang tua korban bernama Hastin yang khawatir anaknya belum pulang kerumah, berinisiatif mencari anaknya ke empang, Saat tiba di empang orang tua korban sempat bertemu pelaku,. Saat bertemu, pelaku bertanya kepada orang tua korban “apa yang kau cari” orang tua korban pun menjawab bahwa saya mencari anakku, dari tadi belum pulang sementara waktu sudah menunjukkan jam 12 malam.

Mendengar jawaban orang tua korban, pelaku kemudian berkata tadi ada anak saya pukul,. Orang tua korban pun bertanya pada pelaku, dimana itu anak, pelaku kemudian menunjukkan letak korban di bawah kolong rumah empang dengan kondisi tidak sadarkan diri dan dengan kaki dan tangan terikat.

Orang tua korban saat melihat ternyata anaknya, dia pun sempat marah kepada pelaku, namun orang tua korban saat itu juga merasa khawatir akan diserang oleh pelaku, orang tua korban sempat meninggalkan anaknya untuk pulang kerumah mencari bantuan kerabatnya.

Sesampai dilokasi pelaku sudah tidak ada di lokasi, orang tua korban bersama kerabatnya kemudian membawa korban pulang kerumahnya, Kurang lebih satu jam kemudian korban baru sadar,. Melihat ada darah keluar ditelinga korban, orang tua korban pun membawa korban ke Puskesmas Ujung Loe, kemudian korban dirujuk ke RSUD Sulthan Daeng Radja.

Di RSUD korban menjalani penanganan medis selama 4 hari, karena keterbatasan biaya keluarga korban meminta mengeluarkan anaknya dalam kondisi belum pulih,.

Kasus ini sudah ditangani pihak unit PPA Polres Bulukumba terhitung sejak SP2HP diterbitkan. Kendati demikian penanganan kasus ini terkesan lamban, mengingat sampai hari ini pihak penyidik belum melakukan gelar perkara sementara pengambilan keterangan baik korban dan pelaku serta alat bukti sudah lengkap.

Ironisnya pelaku sampai saat ini masih bebas berkeliaran bahkan masih beraktivitas seperti biasa. Mendengar kejadian ini Aktifis bersama beberapa LSM Akan mengadakan aksi unjuk rasa di depan MAPOLDA SULAWESI SELATAN.

Facebook Twitter Telegram Pin WhatsApp

(Rls)

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticlePj. Bupati Takalar Menerima Audience Dari Universitas Sawerigading
Next Article DPD IWO Indonesia Deli Serdang Menggelar Kegiatan Sosdiklih

Berita Terkait:

DAERAH Mei 1, 2026

Fraksi Gelora Desak Bupati Takalar Segerakan TPP ASN dan Evaluasi Penempatan Guru

Mei 1, 2026 DAERAH
DAERAH Mei 1, 2026

Ahmad Daeng Se’re Serahkan Program Bedah Rumah untuk Warga Desa Jipang.

Mei 1, 2026 DAERAH
DAERAH Mei 1, 2026

Pelepasan Jemaah Haji Takalar di Warnai Kisah Haru Anggi Gantikan Almarhumah Ibunya.

Mei 1, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.