METROINFONEWS.COM | GOWA ,Jumat 12/9/2025 – Polemik proyek Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMP Negeri 5 Gowa kembali memanas. Setelah sebelumnya Sekretaris P2SP dan Ketua P2SP berinisial AA memberikan klarifikasi soal dugaan penggunaan material, kini muncul kisruh internal di tubuh pengurus.
Dalam pertemuan klarifikasi di salah satu warung kopi di kawasan Sungguminasa pada Senin malam (8/9/2025), Ketua P2SP SMPN 5 Gowa, AA, sempat melontarkan pernyataan yang mengarah kepada seorang mantan pengawas proyek berinisial R. Meski sifatnya internal, ucapan AA menimbulkan persepsi adanya saling tuding di antara pengurus.
Merespons hal tersebut, R yang dikonfirmasi awak media menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar.
“Saya sudah tidak lagi terlibat di P2SP SMPN 5 Gowa. Jadi apa yang diarahkan ke saya itu tidak sesuai fakta,” tegas R melalui sambungan telepon, Selasa (9/9/2025).
R menegaskan, dirinya telah resmi mengundurkan diri sejak beberapa waktu lalu dan tidak lagi memiliki keterkaitan dengan proyek tersebut. Ia berharap polemik ini tidak diarahkan secara personal, melainkan difokuskan pada transparansi dan kualitas pelaksanaan proyek.
Awak media yang hadir dalam forum klarifikasi sebelumnya juga mencatat adanya ketegangan antar-pengurus. Suasana diskusi sempat tensi tegang ketika inisial R mengkonfirmasi langsung kepada sekretaris inisial A didepan sekolah SMPN 5 depan teras ruko .
Dikarenakan situasi argumentasi yang berbeda pandangan terkait mekanisme pelaksanan .
Kisruh internal ini menambah daftar panjang masalah yang menyelimuti proyek pembangunan sekolah di Kabupaten Gowa. Publik menilai, perpecahan di tubuh P2SP justru memperkuat dugaan adanya ketidakberesan dalam perencanaan maupun pelaksanaan proyek.
Sejumlah kalangan mendesak agar Dinas Pendidikan maupun pihak Kementerian turun tangan lebih tegas, tidak hanya dalam pengawasan teknis, tetapi juga dalam memastikan akuntabilitas organisasi pelaksana proyek.
Kasus SMPN 5 Gowa kini tidak hanya soal dugaan penggunaan material dan pemangkasan item pekerjaan, tetapi juga menyangkut soliditas pengurus P2SP yang terlibat langsung. Publik menunggu kejelasan dan transparansi lebih lanjut dari pihak terkait demi kepastian mutu pembangunan sarana pendidikan./SS (Bersambung)

