METROINFONEWS.COM | Makassar– Momen istimewa mewarnai perayaan Dies Natalis Universitas Hasanuddin (Unhas) tahun ini. Dari tujuh wisudawan Fakultas Teknik Pertambangan, hanya ada satu perempuan yang berhasil menyelesaikan studinya, yakni Virgie Ratu Anira, putri sulung pasangan Iskandar Syarif dan Irmayanti Andi Pallawa.
Lahir pada 29 Agustus 2003, Ratu sapaan akrabnya berhasil menyelesaikan studi di Fakultas Teknik Pertambangan Unhas dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,58. Lebih membanggakan lagi, ia merampungkan masa studinya hanya dalam kurun waktu 3 tahun 10 bulan, sebuah capaian yang tidak mudah bagi jurusan dengan tingkat kesulitan tinggi seperti pertambangan.
Bagi kedua orang tuanya, pencapaian tersebut menjadi kebahagiaan yang tak ternilai. “Rasa haru dan bangga bercampur jadi satu, karena Ratu bukan hanya mampu menyelesaikan pendidikannya, tetapi juga menjadi satu-satunya perempuan yang berdiri di podium wisuda teknik pertambangan tahun ini,” ungkap Iskandar dengan mata berbinar.
Sebagai putri asal Tanah Luwu, keberhasilan Ratu tak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda, khususnya perempuan, untuk berani terjun ke bidang yang masih didominasi laki-laki. Dunia pertambangan kerap dianggap berat, penuh risiko, dan kurang ramah perempuan. Namun, Ratu membuktikan bahwa tekad, kerja keras, dan ketekunan dapat menembus batasan tersebut.
Dalam refleksinya, Ratu menyebut bahwa keberhasilannya adalah buah dari konsistensi. “Saya percaya, perempuan juga punya ruang untuk berprestasi di bidang apa saja. Kuncinya ada pada kemauan untuk belajar dan pantang menyerah,” tuturnya dengan senyum tenang.
Ke depan, Ratu berharap dapat melanjutkan karier profesional di dunia pertambangan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Ia juga bertekad untuk terus menjadi teladan bahwa pendidikan tinggi dan mimpi besar bukanlah hal yang mustahil digapai oleh perempuan, meski di sektor yang terbilang keras dan maskulin.
Prestasi Virgie Ratu Anira menjadi bukti bahwa keberanian seorang putri daerah mampu membuka jalan baru: dari Tanah Luwu untuk Unhas, dari Unhas untuk Indonesia.(/*)Ss

