METROINFONEWS.COM | MAKASSAR — Sabtu, 13 Juli 2024, kantor UP2B Sistem Makassar menjadi saksi berlangsungnya program amaliyah kolaboratif antara Yayasan Baitul Mal (YBM PLN UP2B Sistem Makassar), Makassar Home Care & Rumah Khitan Makassar, serta Khitan Lem Nusantara (KLN). Program ini berhasil mengkhitan sebanyak 83 anak, melebihi target awal yang hanya 60 anak.
Khitanan massal ini berbeda dari biasanya, dengan memberikan pelayanan dan metode premium yang bertujuan untuk berbagi kepada yang membutuhkan sambil tetap menjaga kualitas terbaik. Metode Premium Lem, yang merupakan salah satu metode best seller Rumah Khitan Makassar (RKM), digunakan dalam acara ini dan langsung dikerjakan oleh praktisi berpengalaman dari RKM dan para member KLN.
Acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, termasuk Bapak Mudaksir, Manager PLN UP2B Sistem Makassar; Agus Salim, Ketua YBM; Bapak Anwaruddin, Ketua YBM UIP3B Sulawesi; serta Ibu Alna Mudaksir, Ketua PKK PLN UP2B Sistem Makassar. Dalam sambutannya, Bapak Mudaksir menyampaikan, “Merupakan hal paling membahagiakan ketika kita bisa berbagi kepada yang membutuhkan dan yang diberikan adalah kualitas terbaik secara ikhlas. Ini merupakan program tahunan di PLN UP2B Sistem Makassar yang tepat dilaksanakan pada momentum liburan sekolah.”
Kegiatan ini juga menyajikan hiburan unik bagi para peserta khitanan. Kak Mull & Aco menyuguhkan dongeng yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian anak-anak yang cemas sebelum tindakan khitanan dimulai. Teknik ini berhasil menghibur dan mengurangi kecemasan para peserta.
Sebelum kegiatan dimulai, Fandi Setiawan Waris, selaku Amir dan PJ RKM, memberikan edukasi penting kepada orang tua/wali peserta khitanan. Edukasi ini meliputi informasi seputar pra-khitan, pasca-khitan, hingga kontra indikasi khitan. “Khitan atau sunat bukan hanya sekedar memotong dan selesai, tapi khitan adalah tanggung jawab kita bersama secara sunnah dan sudut pandang kesehatan,” ungkap Fandi. Dia juga menjelaskan bahwa klinik Rumah Khitan Makassar di Jl. Pajjaiang No.27 Daya, Makassar, tetap membuka pelayanan konsul dan kontrol pasca sunat.
Fajar, selaku Ketua Panitia, menambahkan, “Niat kami adalah beramaliyah, tepat sasaran dan memberikan pelayanan yang merata. Kualitas tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang menengah ke atas, tapi kualitas terbaik adalah hak untuk semua kalangan dan ini merupakan kewajiban kita sebagai hamba yang taat.”
Diharapkan kegiatan positif seperti ini terus berlangsung agar kebermanfaatan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.(Ir.T)

