METROINFONEWS.COM | Gowa, 11 Juli 2024 – Barisan Muda Kesehatan Indonesia (BMKI) Rencana akan menggelar aksi , mendesak Bupati Gowa untuk segera mencopot Direktur RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Rencana Aksi tersebut muncul sebagai respons atas berbagai keluhan dan permasalahan yang terjadi di rumah sakit tersebut.
BMKI menyoroti kurangnya pengawasan mutu layanan di RSUD Syekh Yusuf dan mendesak Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan untuk mengambil tanggung jawab penuh atas situasi ini. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh Ketua BMKI Irham Tompo Melalui media ini disebutkan bahwa dugaan pengawasan yang kurang memadai telah berdampak negatif pada kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
Selain itu, BMKI juga menuntut Komite Medik untuk bertanggung jawab atas dugaan penelantaran pasien di depan UGD RSUD Syekh Yusuf yang berujung pada kematian.
Kejadian tragis peristiwa tersebut menimbulkan kemarahan publik dan menambah tekanan terhadap pihak rumah sakit dan otoritas kesehatan setempat, yang juga menjadi tranding topik secara nasional yang Telah beredar luas pada seluruh platform sosial media
Tidak hanya itu, BMKI juga mendesak Ketua DPRD Gowa untuk segera mengeluarkan rekomendasi resmi terkait pencopotan Direktur RSUD Syekh Yusuf. Langkah ini dianggap perlu untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Gowa.
Informasi terkait tuntutan BMKI telah mendapatkan informasi yang menyebar luas di media sosial, khususnya melalui akun Instagram Gowa_info, yang turut memperkuat dukungan publik terhadap upaya tersebut.
BMKI berharap dengan adanya tindakan tegas dari pihak berwenang, kualitas layanan kesehatan di RSUD Syekh Yusuf dapat segera ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat.
Saat awak media ini menghubungi pihak dari perwakilan RSUD syekh yusuf demi perimbangan berita ini dr Suryadi Melalui Handphone pada aplikasi WhatsApp nya menjawab lewat chatingan bertuliskan
” Pertama2 kami menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Almarhumah.
Kami konfirmasi bahwa betul Almarhumah meninggal di ambulance.
Namun tidak semua informasi yang beredar tersebut benar adanya.di kutip lewat Chat WhatsApp dr Suryadi kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD syekh yusuf.”
Lanjut dr Suryadi lewat chattingan WhatsApp ” Kami perlu jelaskan kronologisnya, bahwa pasien tersebut sebelum dirujuk oleh puskesmas parangloe, sudah dilakukan rujukan lewat sistem SISRUTE. Karena kondisi IGD dan ICU kami saat itu dalam kondisi penuh, sehingga tim kami menjawab melalui SISRUTE agar dialihkan ke RS yang lain karena kondisi IGD dan ICU RSUD Syekh Yusuf dalam keadaan penuh.”
“Sehingga pada saat sampai di IGD kami, kondisi IGD kami dalam keadaan sangat penuh, dan ruang resusitasi kami juga penuh. Sehingga teman2 di IGD baru berusaha mencarikan tempat tidur, tiba2 dapat informasi bahwa pasien sudah meninggal”
“Jadi tidak benar bahwa ada penolakan, tapi memang murni karena kondisi IGD dalam keadaan penuh saat kejadian 🙏🏻🙏🏻” Terang dr Suryadi Di kutip dalam keterangan melalui chatingan WhatsApp Pada Awak media ini (red/*)

