Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hamka B. Kady Serap Aspirasi Insan Media dan LSM Takalar,Dorong Program Pembangunan Yang Tepat Sasaran.

Juli 28, 2026

Prestasi ASN Diukur dari Kinerja, Inovasi, dan Kontribusi Nyata, Bukan Sekadar Absensi.

Juli 28, 2026

Reses Masa Persidangan 111,Lukman B, Kady Fokus Serap Aspirasi Warga Lengkese Demi Pembangunan Tepat Sasaran.

Juli 26, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»PEMERINTAH»FPAK Lakukan Aksi Damai, Tujuannya Begini
PEMERINTAH

FPAK Lakukan Aksi Damai, Tujuannya Begini

By Juli 9, 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pasangkayu – JC | 3 orang pemuda tergabung dalam Forum Pemuda Anti Korupsi (FPAK) turun melakukan aksi damai didepan Bundaran Smart yang mempertanyakan kinerja 100 hari Bupati Kabupaten Pasangkayu menjabat.

FPAK meminta kepada Bupati Pasangkayu mengusut tuntas mafia – mafia Alat Kesehatan (Alkes) yang menelan anggaran sebesar Rp 4.192.360.784,-, dan (FPAK-red) juga mempertanyakan WTP yang diterima selama 6 tahun berturut-turut, Kamis (08/07/21).

Koordinator Lapangan (Korlap), Sahidin menyampaikan,” kami pemuda FPAK akan mengawal jalannya roda pemerintahan, hari ini kita bertiga turun aksi, dimana 6 kali berturut – turut menerima Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), itu tidak sesuai fakta dan itu bukan suatu jaminan di daerah ini bersih dari tindak pidana Korupsi, seperti terdapat kasus 41 Milyar, selain itu juga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mendapatkan temuan kerugian negara yang di memanfaatkan oleh mafia – mafia Korupsi dalam hal ini pembelian Alkes.

Berdasarkan hasil temuan BPKP melalui Laporan Hasil Review (LHR) Nomor: LHR 154/PW32/3/2020 tanggal 7 Agustus 2020 kemarin.

“Ternyata ada mafia – mafia yang merekayasa pembelian Alkes Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ako, dimana temuan BPKP telah menemukan selisih sekitar Rp 2.845.314.732,- dari anggaran Rp 4.192.360.784, walaupun telah dikembalikan tetap dilakukan proses hukum sesuai dengan Undang – Undang (UU) yang berlaku pada pasal 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,”ungkap Ketua FPAK.

Lanjut Sahidin katakan, FPAK minta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) jangan hanya tertidur serta terlena dengan jabatannya, apalagi dalam memainkan anggaran Alkes dengan nilai sebesar Rp 4.192.360.784, dan masih banyak lagi.

“Ketika itu tidak dikawal oleh penegak Hukum Kabupaten Pasangkayu, maka saya akan menyampaikan laporan dugaan Korupsi tersebut ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk ditindaklanjuti, apalagi kami di FPAK mencium banyak (Dugaan Korupsi-red) di daerah ini,”jelas.

Sekretaris FPAK, Burhanuddin mengatakan, Pasangkayu telah mendapatkan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI melalui (BPK-red) perwakilan Propinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Pasangkayu sampai hari ini tidak dalam keadaan baik – baik saja, akan tetapi banyak dugaan Korupsi, diantaranya kasus 41 Milyar dan sewa alat excapator yang dilakukan oleh eks Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (KDKP) yang menyalahgunakan sewa alat excapator, itu telah terjerat tindak pidana (Korupsi-red), namun WTP masih diraih juga.

“Didaerah ini masih banyak pelaku Korupsi, sehingga kami dari FPAK meminta kepada Bupati yang baru dan telah menjabat selama 100 hari setelah dilantik, kiranya segera mengusut tuntas para mafia – mafia lainnya yang dianggap melakukan Korupsi,”pintanya.

(Roy Mustari)

# Jurnalcelebes # Pasangkayu
Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticlePerwakilan B2P3 Datangi Kantor Dinas Koperasi UKM Kota Pekanbaru, Ini Tujuannya
Next Article Khotbah dengan Tujuan dan Interaksi yang Baik

Berita Terkait:

DAERAH Juli 28, 2026

Prestasi ASN Diukur dari Kinerja, Inovasi, dan Kontribusi Nyata, Bukan Sekadar Absensi.

Juli 28, 2026 DAERAH
DAERAH Juli 24, 2026

Tambang Ilegal Marak di Takalar, Sawah Warga Rusak dan Amblas, Sikap Diam Aparat dan Pemerintah Dipertanyakan

Juli 24, 2026 DAERAH
DAERAH Juli 23, 2026

Proyek Rabat Beton Desa Mangindara Diduga Sudah Rusak, Kades Bungkam.

Juli 23, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.