MAKASSAR – Isu nepotisme masih mewarnai proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2021. Meski dilakukan secara online, masih ada celah yang dinilai berpotensi terjadinya praktik nepotisme.
Seperti apa cara SMP Negeri 6 Makassar mencegah praktik ini?
Kepala SMP Negeri 6 Makassar Dr H Munir mengatakan, soal sistem relatif lebih baik. Dari tahun ke tahun sistem terus diperbaiki.
“Kami di sini konsisten. Artinya kami membiarkan sistem itu berjalan apa adanya. Kalau ada yang tidak memenuhi syarat ya tidak kita terima. Karena kan ini dilihat semua orang,” jelas Munir, Senin (5/7/2021).
Soal nepotisme menurut Munir, bagaimana mencegahnya, tetap dengan pola seperti yang dulu. Semua kembali kepada integritas penyelenggaranya.
Kata dia sebaik apapun sistem kalau penyelenggaranya tidak berintegritas, maka tetap akan terbuka kesempatan untuk terjadinya praktik itu.
“Tapi dengan sistem yang kita bangun sekarang maka peluang itu semakin kecil,” ungkapnya.
Ditanya soal siswa titipan dari kalangan anak anak pejabat menurut Munir, sistem sudah mencegah semua itu. Sistem aplikasi yang ada sekarang sulit direkayasa karena akan tampak.
“Seperti misalnya nilainya mau didongkrak itu nda bisa karena akan terdeteksi. Anak anak yang tidak memenuhi syarat secara zonasi juga akan terlihat,” katanya.
Yang mungkin dilakukan adalah ketika ada calon siswa yang tidak kembali mendaftar ulang. Maka ada peluang di situ untuk masuk dengan berbagai kebijakan.
“Sekali lagi ini tetap memberi keadilan bagi semua,” imbuhnya.(zk)

