Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Wakil Bupati Takalar Resmi Membuka Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Takalar di Pesantren Al Qamar.

April 29, 2026

Tokoh Masyarakat Kelurahan Mannongkoki Sukses Dirikan Koperasi “PUNGGAWA”.

April 28, 2026

Siap Jaga Stabilitas Harga,TNI Kawal Langsung: Stok Beras Bulog Malewang 1.516 Ton.

April 28, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»DAKWAH»Aksi Teror Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Bakar Rumah Tempat Ibadah, Tewaskan Empat Warga Sigi
DAKWAH

Aksi Teror Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Bakar Rumah Tempat Ibadah, Tewaskan Empat Warga Sigi

By November 30, 2020Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Indonesia. Satu keluarga di dusun Tokolemo Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dibunuh dengan keji oleh kelompok yang diduga Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Aksi pembunuhan yag terjadi pada Jumat (27/11) lalu pada 09:00 WITA merenggut empat nyawa dari satu keluarga yang semuanya beragama Kristen.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Abdul Rakhman Baso yang dilansir oleh Tirto.id memastikan pelaku kekerasan tersebut diduga dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang berbasis di Poso.

“Dari keterangan saksi yang melihat langsung saat kejadian yang kita konfirmasi dengan foto-foto, DPO MIT Poso, ada kemiripan,” demikian keterangan Baso dilansir oleh Tirto.id.

Dilansir CNN Indonesia, Setara Institute menyebut kelompok yang melakukan aksi pembunuhan terhadap 4 warga di Kabupaten Sigi tersebut adalah Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora yang belum berhasil ditumpas Satgas Tinombala. Secara letak geografis, Kabupaten Sigi bersebelahan dengan Kabupaten Poso dan masih menjadi lingkup teritori MIT melancarkan aksi terornya.

Pada aksi teror yang terjadi pada Jumat kemarin, MIT secara keji membunuh Naka, Pedi, Yasa, Pinu yang semuanya beragama Kristen. Tidak hanya itu, kelompok teroris MIT juga membakar pemukiman warga yang menghancurkan enam rumah warga, dan satu rumah tempat pelayanan ibadah warga.

Riwayat kekejaman kelompok MIT ini bukan baru kali ini terjadi. Dalam penelitian yang secara khusus dilakukan oleh Institut Mosintuwu yang berbasis di Poso, Sulawesi kelompok Mujahidin Indonesia Timur melakukan aksi pembunuhan kejinya secara acak, tanpa memandang agama atau suku.

Pada periode Januari sampai November tahun 2020, kelompok MIT telah membunuh empat orang warga kabupaten Poso. Pada 8 April 2020, kelompok MIT melakukan pembunuhan pada Daeng Tapo dan pada 19 April 2020 merenggut nyawa Ajeng, yang keduanya adalah Muslim. Selanjutnya, pada 8 Agustus 2020 mereka membunuh Agus Balumba yang beragama Kristen. Pada 3 September 2020, mereka juga membunuh Wayan Astika yang beragama Hindu.

Lebih jauh lagi, menurut Institut Mosintuwu, rangkaian teror yang dilakukan oleh MIT ini menimbulkan rasa tidak aman bagi para petani, terutama mereka yang tinggal di area perkebunan pinggir hutan. Akibatnya, ratusan hektar kebun di wilayah Kabupaten Poso ditinggalkan.

Masih dari rilis Institut Mosintuwu, petani ada dalam posisi terjepit. Mereka dicurigai oleh polisi sebagai bagian dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur. Sementara di sisi lain, petani dicap sebagai banpol (bantuan polisi) oleh kelompok MIT sehingga mereka terjebak pada posisi yang serba sulit. Padahal keberadaan petani sangat vital sebagai garda pertama ketahanan pangan masyarakat Sulawesi Tengah. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini pangan merupakan sumber utama bertahan di masa sulit.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleIshlāh dalam Al-Qur’an: Upaya Mengatasi Elegi Konflik Sosial
Next Article Tudingan Berkonspirasi dengan PT DMS, Kepala Syahbandar Molawe: Itu Fitnah

Berita Terkait:

DAERAH April 17, 2026

*Mengenal Lebih Dekat Astrini Syamsuddin, Penulis dengan Genre Self-Help Religius*

April 17, 2026 DAERAH
DAKWAH Februari 4, 2026

Jelang Penyerahan SK PPPK, Sekda Langsa Turun Langsung Rapikan Barisan

Februari 4, 2026 DAKWAH
DAKWAH Januari 16, 2026

Ketua Yayasan Panti Asuhan Al Nursam Isi Hikmah Isra Mi’raj di Kodam Papua Selatan

Januari 16, 2026 DAKWAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.