METROINFONEWS.COM | LANGSA ACEH – Sejumlah kepala dinas (Kadis) di lingkungan Pemerintah Kota Langsa yang menjabat sejak era kepemimpinan Wali Kota sebelumnya, Usman Abdullah atau yang akrab disapa Toke Suum (Umara), hingga kini belum juga digantikan. Kondisi ini menimbulkan sorotan dari kalangan publik dan pengamat kebijakan daerah, yang menilai perlunya penyegaran di tubuh birokrasi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, beberapa Kadis tersebut sudah menjabat cukup lama bahkan melebihi satu periode masa jabatan wali kota. Meskipun sebagian telah memasuki masa purna tugas, namun belum ada langkah tegas dari pimpinan daerah untuk melakukan rotasi atau pengisian jabatan baru.
Publik menilai, stagnasi dalam rotasi jabatan tersebut berpotensi menimbulkan kelesuan birokrasi dan menghambat inovasi pelayanan publik. “Pemerintah daerah seharusnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepala dinas agar program pembangunan berjalan lebih dinamis,” ujar salah satu tokoh masyarakat Langsa kepada wartawan, Rabu (12/11).
Selain itu, sejumlah ASN di lingkungan Pemko Langsa juga menilai bahwa rotasi jabatan perlu dilakukan secara profesional tanpa muatan politik. Mereka berharap wali kota saat ini dapat melakukan penyegaran agar roda pemerintahan berjalan lebih efektif dan sesuai dengan visi-misi baru kepemimpinan daerah.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Langsa terkait alasan belum dilakukannya pergantian sejumlah Kadis tersebut.
Sejumlah pihak menduga, belum digantinya beberapa pejabat lama itu lantaran faktor kedekatan personal dan loyalitas politik yang masih melekat dengan pemerintahan sebelumnya. Namun, jika kondisi ini dibiarkan berlarut, publik khawatir akan berdampak terhadap profesionalisme aparatur dan capaian kinerja pemerintah daerah.
Masyarakat pun menunggu langkah nyata dari Wali Kota Langsa untuk melakukan evaluasi dan perombakan struktur dinas demi terciptanya pemerintahan yang lebih segar, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang maksimal.(DANTON) Kaperwil Aceh
