METROINFONEWS.COM | LANGSA ACEH – Keberadaan pengemis di Kota Langsa, Provinsi Aceh, belakangan dinilai makin meresahkan. Dari hari ke hari jumlahnya terus bertambah. Paling tidak, dapat dengan mudah melihat mereka mendatangi warkop-warkop dan Caffe-Caffe dalam wilayah Kota Langsa.
Sejumlah pihak menilai para pengemis itu meresahkan bukan tanpa alasan. Tidak sedikit dari mereka terungkap mengemis bukan faktor kemiskinan. Namun, sudah menjadi pekerjaan. Dalam menjalankan aksinya, mereka meminta-minta seakan tidak pernah puas.
Pantauan MetroInfonews.com dalam wilayah Kota Langsa, misalnya. Seakan semua warkop dan Caffe menjadi target operasi. Satu per satu mereka datangi. Begitu juga di tempat umum. Semua orang didekati untuk dimintai uang. Yang membuat lebih miris lagi, ibu-ibu itu juga membawa anak dibawah umur.
Melihat fenomena tersebut, Pemerintah Kota Langsa melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selaku penegak perda, tutup mata dan terkesan pembiaran tidak ditindak,” sebut salah seorang pemilik pengusaha Caffe dalam wilayah Kota Langsa pada, Sabtu (04/01/2024) malam.
Keberadaan pengemis dengan berbagai modus dan ada yang berpakaian badut selama ini sudah sangat meresahkan.
Namun, Anehnya lanjut dia, selama ini mereka tidak pernah ditertibkan. Sehingga patut diduga apakah mengemis-ngemis di Kota Langsa, peliharaan Pemerintah Kota Langsa melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selaku penegak perda. Buktinya para pengemis tidak pernah ditertibkan dengan mudah beroperasi,” katanya.
Karena itu, pengusaha warkop dan Caffe dalam wilayah Kota Langsa meminta kepada Pemerintah Kota Langsa untuk segera menertibkan pengemis-pengemis yang sudah merasakan masyarakat di Kota Langsa, jangan terkesan ada pembiaran,” tandanya.(DANTON) Kaperwil Aceh

