METROINFONEWS.COM ][ TAKALAR – Semangat mengenang sejarah perjuangan para pejuang Tu Polongbangkeng kembali digaungkan melalui sebuah pertunjukan seni multilog tari dan musik kontemporer yang digelar di lapangan sepak bola Kelurahan Maradekaya, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi masa kini untuk kembali mengingat perjuangan para pendahulu, Cerita ini dimulai sejak awal abad ke-20 setelah Belanda melakukan ekspedisi militer ke wilayah-wilayah pedalaman Sulawesi selatan untuk memantapkan kekuasaan penuh atas Sulawesi selatan, “Di Bagian selatan Kota Ujung Pandang… terbentang tanah yang tak hanya menyimpan cerita, tetapi juga luka dan keberanian—Polongbangkeng namanya.Di sanalah, tanah pernah bergetar oleh langkah-langkah perlawanan… ketika rakyat bangkit melawan penindasan penjajah Belanda.
Dari rahim perjuangan itu, lahirlah seorang tokoh… bukan sekadar pemimpin, tetapi nyala api harapan.Ia dikenang, ia diagungkan… dengan satu nama yang menggema sepanjang zaman—Orang-orang mengenalnya sebagai “Tu Polongbangkeng “ Sebuah julukan yang bukan hanya panggilan… tetapi semangat perlawanan yang tak akan pernah padam.”
Pertunjukan diawali dengan Tari Padekko, kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan Lammang dan Tari Paddingin. Suasana semakin terasa ketika para pemeran menampilkan adegan yang menggambarkan perjuangan dan semangat para pahlawan Tu Polongbangkeng pada masa perjuangan.
Pementasan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan pesan sejarah kepada generasi muda agar tidak melupakan jasa dan perjuangan para leluhur.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Takalar, Drs H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M.

Dalam sambutannya, Hengki Yasin mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai pertunjukan sejarah melalui seni merupakan langkah positif dalam menjaga ingatan kolektif masyarakat Takalar.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat luar biasa karena mampu mempertemukan seni, budaya dan sejarah dalam satu pertunjukan yang dapat dinikmati sekaligus dipelajari dan mengingatkan para pejuang kita oleh masyarakat,kususnya warga tu polongbangken.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga sejarah perjuangan para pahlawan daerah tidak hilang ditelan zaman.
“Ini kegiatan yang sangat luar biasa. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun, sehingga sejarah perjuangan para pendahulu kita tetap dikenal oleh generasi berikutnya,” ujar Hengki.
Sementara itu, salah seorang keluarga pejuang Tu Polongbangkeng, Abd. Jalal Daeng Leo . mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan yang mengangkat kembali kisah perjuangan para leluhur kami.
Menurutnya, pertunjukan tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar para pejuang untuk kembali mengenang perjuangan nenek moyang mereka pada masa lalu.
“Kami sangat bersyukur campur sedih dengan adanya kegiatan ini karena kembali mengingatkan keluarga kami tentang perjuangan nenek dan kakek kami pada masanya perjuanganya.
Sejarah seperti ini penting untuk terus diingat dan disampaikan kepada generasi muda,” ungkap salah satu keluraga keturunan Abd. Jalal Daeng.
Ia juga berharap kisah perjuangan Tu Polongbangkeng, khususnya Ranggong Daeng Romo dan para pejuang lainnya, dapat memperoleh ruang yang lebih besar dalam berbagai kegiatan kebudayaan daerah.
Bahkan, ia berharap pertunjukan sejarah tersebut dapat ditampilkan dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Takalar, sehingga masyarakat yang lebih luas dapat mengenal sejarah perjuangan para tokoh daerah.
Salah seorang keturunan keluarga pejuang tu polongbanken dari moncom komba kami berharap , pertunjukan seperti ini bisa ditampilkan pada momentum Hari Jadi Takalar. Dengan begitu, sejarah perjuangan para pejuang Tu Polongbangkeng dapat semakin dikenal masyarakat,” harapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Maradekaya H.Amiruddin ,SE.A.KP.M.AP. dan sejumlah tokoh masyarakat, dari keluarga besar para pejuang Tu Polongbangkeng, serta masyarakat setempat.
Pementasan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa sejarah tidak hanya tersimpan dalam buku atau cerita dari generasi ke generasi. Melalui seni dan budaya, kisah perjuangan para pendahulu dapat kembali dihidupkan dan dikenalkan kepada generasi muda.
Di tengah perkembangan zaman, menjaga sejarah lokal menjadi bagian penting dalam membangun jati diri masyarakat.
Kisah Ranggong Daeng Romo dan para pejuang Tu Polongbangkeng menjadi warisan sejarah yang diharapkan terus dirawat, diceritakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bagi masyarakat Takalar, mengenang sejarah bukan sekadar melihat masa lalu, tetapi juga menjadi cara untuk menghargai perjuangan para pendahulu dan menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi masa kini.( D T )

