METROINFONEWS.COM | BANDA ACEH — Dalam rangka meningkatkan pemberdayaan kewirausahaan serta mendorong ekonomi kreatif di lingkungan Pemasyarakatan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh mengikuti rapat persiapan pameran dan kurasi produk hasil karya Warga Binaan bersama Yayasan Srikandi Merah Putih, Jumat (21/11/2025) di Aula Sekretariat LPKA Banda Aceh.
Rapat ini digelar secara virtual dan diikuti langsung oleh Kepala LPKA Banda Aceh, Yusnaidi, S.H., M.Si., bersama jajaran pejabat struktural dan staf. Selain LPKA Banda Aceh, kegiatan ini juga diikuti oleh Pimti Giatja Direktorat Jenderal Pemasyarakatan RI, Yayasan Srikandi Merah Putih, serta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia.
Dalam forum tersebut, Yusnaidi memaparkan berbagai produk karya kreatif Anak Binaan LPKA Banda Aceh, di antaranya bouquet bunga yang menyasar segmentasi pasar mahasiswa pada momen wisuda atau yudisium, serta kaos sablon motif adat Aceh dan Gayo yang dirancang sebagai ikon budaya daerah.
> “Produk-produk ini tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan dan pembentukan karakter bagi Anak Binaan agar memiliki kemampuan yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Yusnaidi dalam penyampaiannya.
Produk hasil karya Anak Binaan tersebut mendapat respons positif dan apresiasi dari jajaran Giatja Ditjen PAS serta Yayasan Srikandi Merah Putih. Bahkan, pihak penyelenggara meminta dokumentasi lengkap berupa video proses pembuatan, display pameran, hingga mekanisme pemasaran untuk bahan penilaian kurasi.
Puncak kegiatan pameran nasional hasil karya Warga Binaan ini dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Desember 2025 di Lippo Mall Kemang, Jakarta. Setiap UPT diminta mengirimkan produk yang lolos kurasi ke lokasi pameran dengan kemasan aman serta tepat waktu sesuai prosedur.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan pemberdayaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan melalui karya kreatif yang memiliki nilai artistik sekaligus ekonomi.
“Kami berharap pameran ini menjadi jembatan bagi Anak Binaan untuk memperkenalkan kreativitas mereka ke publik dan membuka akses pasar produk berkelanjutan,” tutup Yusnaidi.(FAHRUL)
