METROINFONEWS.COM | LANGSA ACEH – Rakyat Kota Langsa, Provinsi Aceh marah besar. Hari ini mereka pun mengepung Gedung DPRK Langsa. Massa demo datang bergerombol. Dengan mengenakan berbagai atribut dan membawa spanduk “Segera Lantik Walikota Langsa!!! Jangan Tunda Kehendak Rakyat SOMASI”.
Pantauan MetroInfonews.com, massa demo yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Sipil (SOMASI) sejak pukul 11.00 WIB, Kamis (08/05/2025).

Aksi masa ini upaya menuntut disegerakannya pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Langsa terpilih hasil Pilkada 2024 yang sudah beberapa bulan belum dilantik oleh Gubernur Aceh yang merupakan perpanjangan tangan Pemerintah Republik Indonesia.
Dalam aksi tersebut, para orator dari perwakilan masyarakat secara bergantian dan tegas menagih janji Pimpinan DPRK Langsa yang mengatakan bahwa pelantikan Walikota Langsa akan dilaksanakan pada awal bulan Mei 2025.
Masa juga mendesak agar para anggota DPRK Langsa segera menyelesaikan permasalahan internalnya sehingga tidak terkendala terhadap roda Pemerintahan Kota Langsa dan Walikota Langsa segera dilantik.

Anggota dewan yang dipimpin Ketua DPRK Melvita Sari dan Wakil Ketua Burhansyah hadir menerima ratusan masa SOMASI dengan memberikan apresiasi dan ucapkan terima kasih atas aksi damai yang dilakukan oleh masyarakat.
“Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat dari berbagai elemen yang menyampaikan aspirasi dan segala bentuk keresahan serta kegelisahannya,” ucap Ketua DPRK Langsa.
Selanjutkan dikatakan bahwa pihaknya sangat menghargai segala bentuk gagasan, ucapan dan aspirasinya. Namun diharapkan tetap dengan kata-kata yang baik dan bijaksana.

“Terkait dengan tata tertib (Tatib), sesuai hasil zoom meeting dengan Kemendagri bisa mengacu pada tatib yang lama. Sehingga tatib yang saa ini dirancang oleh Tim Pansus, sudah dikirim ke Provinsi Aceh oleh Kabag Hukum Sekretariat Daerah Kota Langsa dan sedang diproses disana,” jelas Melvita Sari.
Sehingga pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) di DPRK Langsa tidak memerlukan tatib yang baru, bisa merujuk ke tatib yang lama sembari menunggu tatib tersebut disahkan dan difasilitasi oleh Provinsi.
“Jadi masalah tatib DPRK Langsa sudah jelas,” sambung Politisi muda PAN ini.
“Disini sudah hadir hampir seluruh anggota DPRK Langsa. Sambil menunggu yang lain, harapannya kepada semua anggota DPRK Langsa dapat menyelesaikan masalah internal dengan saling merangkul dan mengayomi, karena kita hari ini sudah melihat dan mendengar langsung aspirasi dari masyarakat,” sebutnya lagi.

Anggota DPRK Langsa diharapkan tidak ada lagi kubu-kubuan, tidak ada lagi 01,02,03,04,05 dan sebagainya. Jadi dimohon memberikan ruang dan waktu kepada DPRK Langsa untuk segara mungkin selesaikan persoalan dalam menentukan AKD.
Melvita Sari juga memberitahukan bahwa AKD bukan hanya bertujuan untuk melantik Walikota Langsa, namun lebih kepada melaksanakan fungsi dan tugas DPRK secara maksimal.
“Sehingga dalam waktu dekat kita sudah ada deadline waktu untuk segera melakukan Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Langsa sesuai apa yang masyarakat inginkan,” ungkap Melvita.
Demo diakhiri dengan penandatangan bersama Berita Acara oleh Ketua DPRK, Wakil Ketua I, Ketua Fraksi PAN, Ketua Fraksi Partai Aceh, Ketua Fraksi PKS, Ketua Fraksi Langsa Juara dan Ketua Fraksi Gerhana yang kemudian diserahkan kepada Koordinator aksi SOMASI, Zulfadli.(DANTON) Kaperwil Aceh

