METROINFONEWS.COM | BANDA ACEH – Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh, Yusnaidi, S.H., M.Si., memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Upacara LPKA Kelas II Banda Aceh, Jumat (19/12/2025) pagi.
Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Sekretariat Kementerian Koordinator Hukum, HAM, dan Imigrasi–Pemasyarakatan Nomor SES-UM.01.01-1341 tentang Pedoman Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai LPKA Kelas II Banda Aceh, para anak binaan, serta peserta magang nasional.
Dalam upacara tersebut, Yusnaidi bertindak selaku Inspektur Upacara, dengan Andri Yuliansyah sebagai Perwira Upacara dan Reza Akbar sebagai Komandan Upacara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh semangat kebangsaan.
Pada kesempatan itu, Inspektur Upacara membacakan amanat Presiden Republik Indonesia yang menegaskan bahwa peringatan Hari Bela Negara ke-77 mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh rakyat memiliki kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Lebih lanjut disampaikan pula bahwa dari Aceh, bangsa Indonesia belajar tentang keteguhan sebuah wilayah yang sejak masa kerajaan telah menjadi benteng pertahanan Nusantara. Aceh juga disebut sebagai daerah yang memiliki peran besar sebagai daerah modal, karena dukungan rakyatnya yang luar biasa, baik dalam bentuk logistik, dana, maupun pesawat dalam sejarah perjuangan bangsa.
Seluruh pegawai LPKA Kelas II Banda Aceh mengikuti upacara dengan mengenakan seragam KORPRI, menambah suasana khidmat serta memperkuat komitmen bersama dalam menanamkan nilai-nilai bela negara, patriotisme, dan persatuan kesatuan, baik bagi pegawai maupun para anak binaan.
Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 di LPKA Kelas II Banda Aceh pun berjalan lancar hingga selesai, menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat kebangsaan di lingkungan pemasyarakatan.(FAHRUL)
