GARDATIMURNEWS.COM ][ TAKALAR, SULSEL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Takalar bersama Aparat Penegak Hukum (APH) kembali melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan program revitalisasi sekolah di sejumlah satuan pendidikan penerima bantuan.
Monev yang memasuki hari keempat tersebut dilaksanakan pada Selasa (6/10/2026), dengan menyasar empat sekolah yang berada di Kecamatan Sanrobone, Galesong Selatan (Galsel), dan Kecamatan Galesong.

Kegiatan ini melibatkan unsur Disdikbud Takalar, Polres Takalar, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar. Dari Disdikbud, tim dipimpin Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Mursalim Lewa. Sementara Polres Takalar diwakili Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Asrul DN dan Kejari Takalar diwakili Irfan dari Seksi Intelijen.
Monev tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan dan pendampingan untuk memastikan proses pembangunan revitalisasi berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi teknis maupun administratif.
Kabid Dikdas Disdikbud Takalar, Mursalim Lewa, mengatakan Monev hari keempat difokuskan pada pendampingan terhadap APH untuk melihat secara langsung perkembangan pekerjaan revitalisasi tahap kedua di sekolah penerima bantuan.
“Yang kami Monev adalah mendampingi dari pihak APH Takalar untuk Monev terhadap sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi tahap dua. Hari ini kami bersama tim gabungan menyasar empat sekolah, yaitu SDN 25 Sanrobone, SDN 79 Sawakung Towa, SDN 187 Inpres Dengilau dan SDN 73 Bontorita,” ujar Mursalim.

Menurutnya, pemantauan dilakukan secara langsung di lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai petunjuk teknis (Juknis) yang telah ditetapkan.
Tim juga memeriksa penggunaan material, termasuk kesesuaiannya dengan spesifikasi yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta standar material yang dipersyaratkan dalam program revitalisasi.
Selain itu, tim mencermati progres pekerjaan di masing-masing sekolah sekaligus mengidentifikasi apabila terdapat kendala teknis maupun administratif yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan pekerjaan.
Sementara itu, Kanit Tipidkor Polres Takalar, Asrul DN, menegaskan keterlibatan APH dalam kegiatan tersebut masih berada dalam kapasitas monitoring dan evaluasi bersama Disdikbud.
Menurutnya, kehadiran APH lebih diarahkan pada upaya preventif, yakni memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan memberikan masukan apabila ditemukan hal-hal yang perlu dibenahi selama proses pembangunan masih berlangsung.
“Kami dari APH sifatnya monitoring dan evaluasi pekerjaan revitalisasi di Kabupaten Takalar bersama Dinas. Kalau ada yang perlu dibenahi atau kemungkinan diperbaiki, tentu akan kami sampaikan. Karena pekerjaan masih berjalan, kami belum masuk terlalu jauh pada pemeriksaan pekerjaan,” jelas Asrul.
Dari hasil pemantauan hari keempat, Asrul menyebut pelaksanaan pekerjaan di sekolah-sekolah yang dikunjungi masih berjalan sesuai Juknis.
Ia mengatakan progres pekerjaan di empat sekolah tersebut bervariasi, dengan rata-rata capaian berada pada kisaran 35 hingga 50 persen.
“Sampai saat ini semuanya masih dalam proses dan tetap sesuai Juknis. Rata-rata progres pekerjaan sekitar 35 persen sampai 50 persen,” ungkapnya.
Terpisah, perwakilan Kejari Takalar dari Seksi Intelijen, Irfan, mengatakan keterlibatan pihaknya dalam Monev tersebut merupakan bagian dari fungsi monitoring berdasarkan perintah dan koordinasi dari tingkat Kejaksaan Agung hingga Kejaksaan Negeri.
Ia menjelaskan, fokus pemantauan kejaksaan lebih diarahkan pada aspek nonteknis, terutama potensi gangguan, hambatan, ancaman, maupun tantangan yang dapat memengaruhi kelancaran pelaksanaan program revitalisasi.
Dengan dilakukannya Monev secara berkala, Disdikbud Takalar bersama APH berharap seluruh proses revitalisasi sekolah dapat berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta menghasilkan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik.
Pemantauan di lapangan juga akan menjadi bagian dari evaluasi selama pekerjaan berlangsung, sehingga apabila ditemukan persoalan yang perlu diperbaiki, dapat segera ditindaklanjuti sebelum pekerjaan memasuki tahap akhir.

