METROINFONEWS.COM | LANGSA ACEH – Krisis air bersih yang melanda wilayah Langsa Timur hingga kini belum juga teratasi. Sudah berbulan-bulan lamanya, pelanggan PDAM Tirta Keumuning Unit Langsa Timur harus bertahan dengan kondisi suplai air yang tidak menentu, bahkan sebagian wilayah hanya menerima aliran air dalam hitungan jam setiap harinya.

Warga mengeluhkan air PDAM sering mati total dan baru mengalir pada waktu-waktu tertentu, biasanya pada pagi hari dengan tekanan yang sangat kecil. Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari masyarakat seperti mandi, mencuci, hingga memasak menjadi terganggu dan menambah beban hidup warga.
“Air kadang hanya hidup satu sampai dua jam, itu pun kecil. Sudah berbulan-bulan begini, kami capek menunggu kepastian,” ujar salah seorang warga Gampong Kapa, Jal, Minggu (28/12/2025).
Akibat krisis air bersih tersebut, sebagian warga terpaksa membeli air dari penjual keliling atau menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak sedikit pula warga yang mengeluhkan meningkatnya pengeluaran rumah tangga karena harus membeli air bersih secara mandiri.
Warga menilai PDAM Unit Langsa Timur terkesan lamban dalam menangani persoalan ini. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang jelas terkait penyebab utama gangguan air bersih maupun target waktu normalisasi distribusi kepada pelanggan.

Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan komitmen dan tanggung jawab pihak PDAM dalam memberikan pelayanan dasar kepada pelanggan yang selama ini tetap membayar tagihan air, meskipun pasokan air tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Warga Langsa Timur berharap Pemerintah Kota Langsa segera turun tangan secara serius untuk mengevaluasi kinerja PDAM Tirta Keumuning, khususnya Unit Langsa Timur, agar krisis air bersih yang sudah berlarut-larut ini dapat segera diatasi dan masyarakat kembali mendapatkan hak atas air bersih secara layak,” ujarnya dengan nada geram.(DANTON) Kaperwil Aceh
