METROINFONEWS.COM ][ JAKARTA — Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye memanfaatkan kunjungannya ke Jakarta untuk mempererat silaturahmi dengan Kerukunan Keluarga Takalar Perantauan (KKTP), sekaligus memaparkan sejumlah agenda strategis Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
Silaturahmi tersebut berlangsung di kediaman Ketua Umum KKTP, H.
Hasanuddin Tisi Daeng Lewa, Sabtu malam (22/8/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan selama sekitar tiga setengah jam, mulai pukul 19.00 hingga 22.30 WIB.
Sejumlah pengurus BPN KKTP turut hadir, di antaranya Sekjen KKTP A. Muktadir Taiyeb Daeng Rurung, Taufik Anwar Daeng Sijaya, Musaeni Daeng Boko, Drh. Hasbullah Daeng Nyikko, Ir. Imran Rasyid Daeng Awing, Nurhaedah Ende Daeng Kebo, Elty Sukesih Daeng Lebang, dan Dede S. Laela Daeng Rannu.
Dari jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar, Daeng Manye didampingi Asisten Pemerintahan dan Ekonomi M. Iqbal serta Kepala Dinas Perikanan Nasaruddin Azis.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Daeng Manye mendapat kesempatan untuk menjelaskan perkembangan Takalar selama hampir dua tahun kepemimpinannya, termasuk program yang telah berjalan maupun sejumlah agenda pembangunan yang sedang dipersiapkan.
Dalam suasana santai yang diselingi santap malam, canda, serta percakapan dalam bahasa Makassar, pembahasan berlangsung cukup cair. Nuansanya bahkan disebut seperti sedang berbincang di butta pa’rasangang Takalar.
Salah satu agenda strategis yang disampaikan adalah rencana pengembangan kawasan industri Takalar. Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan industri dan tata niaga perikanan di kawasan Pelabuhan Beba, Kecamatan Galesong, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis potensi dan sumber daya lokal.
“Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan industri dan tata niaga perikanan di kawasan Pelabuhan Beba, Kecamatan Galesong, sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor ekonomi berbasis sumber daya lokal,” ujar Daeng Manye.
Di bidang pemerintahan, Pemkab Takalar terus mendorong digitalisasi kepegawaian. Langkah tersebut diarahkan untuk membangun sistem administrasi pemerintahan yang lebih tertib, efisien, transparan, dan adaptif terhadap tuntutan pemerintahan modern.
Sementara di sektor promosi produk daerah, Pemkab Takalar menyiapkan rencana pembukaan Outlet Takalar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Outlet ini nantinya diharapkan menjadi etalase bagi berbagai produk unggulan Takalar sekaligus memudahkan masyarakat maupun wisatawan mendapatkan oleh-oleh khas daerah.
Konsep pelayanan outlet tersebut juga dirancang praktis. Pembeli nantinya tidak harus membawa produk yang dibeli sebagai tambahan bagasi karena barang dapat dikirim langsung ke alamat tujuan melalui kerja sama dengan PT Pos Indonesia.
“Jadi kalau membeli oleh-oleh Takalar di outlet bandara, barangnya bisa dikirim langsung ke alamat pembeli. Tidak perlu repot menenteng atau menambah berat bagasi,” demikian gagasan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Daeng Manye juga memaparkan rencana pengembangan tradisi kuliner Kaddo Minynya’ agar tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat dikembangkan secara lebih luas di desa dan kelurahan.
Menurutnya, pengembangan kuliner tradisional dapat menjadi bagian dari penguatan identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Selain itu, Bupati Takalar mengajak warga Takalar yang berada di perantauan untuk tidak hanya mengikuti perkembangan daerah dari jauh, tetapi ikut melihat langsung perubahan dan pembangunan yang sedang berlangsung.
Ia berharap KKTP dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memberikan masukan, memperkuat jaringan, serta membantu memperkenalkan berbagai potensi Takalar di luar daerah.
“Orang Takalar di perantauan jangan hanya mendengar cerita tentang pembangunan Takalar. Mari pulang, lihat langsung apa yang sedang kita kerjakan dan bersama-sama membangun daerah,” menjadi semangat yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Silaturahmi ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat Takalar di perantauan.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk KKTP, pembangunan Takalar diharapkan tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat Takalar, baik yang berada di kampung halaman maupun di peran ( D T )

