Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengenang Jejak Pejuang Polongbangkeng, Sebuah Manifestasi Kejayaan Dejarah Dan Peradaban.

Agustus 9, 2026

Tak Kenal Libur, Camat Kepulauan Tanakeke Tetap Hadir Layani Warga: “Maeki Abbulo Sibatang, Satu Komando untuk Kepentingan Masyarakat”.

Agustus 8, 2026

Bupati Daeng Manye Perkuat Sinergi dengan Bank BTN, Dorong Peningkatan PAD dan Percepatan Transformasi Digital di Takalar.

Agustus 7, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»DAERAH»Mengenang Jejak Pejuang Polongbangkeng, Sebuah Manifestasi Kejayaan Dejarah Dan Peradaban.
DAERAH

Mengenang Jejak Pejuang Polongbangkeng, Sebuah Manifestasi Kejayaan Dejarah Dan Peradaban.

RedaksiBy RedaksiAgustus 9, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM ][ TAKALAR – Semangat mengenang sejarah perjuangan para pejuang Tu Polongbangkeng kembali digaungkan melalui sebuah pertunjukan seni multilog tari dan musik kontemporer yang digelar di lapangan sepak bola Kelurahan Maradekaya, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi masa kini untuk kembali mengingat perjuangan para pendahulu, Cerita ini dimulai sejak awal abad ke-20 setelah Belanda melakukan ekspedisi militer ke wilayah-wilayah pedalaman Sulawesi selatan untuk memantapkan kekuasaan penuh atas Sulawesi selatan, “Di Bagian selatan Kota Ujung Pandang… terbentang tanah yang tak hanya menyimpan cerita, tetapi juga luka dan keberanian—Polongbangkeng namanya.Di sanalah, tanah pernah bergetar oleh langkah-langkah perlawanan… ketika rakyat bangkit melawan penindasan penjajah Belanda.

Dari rahim perjuangan itu, lahirlah seorang tokoh… bukan sekadar pemimpin, tetapi nyala api harapan.Ia dikenang, ia diagungkan… dengan satu nama yang menggema sepanjang zaman—Orang-orang mengenalnya sebagai “Tu Polongbangkeng “ Sebuah julukan yang bukan hanya panggilan… tetapi semangat perlawanan yang tak akan pernah padam.”

Pertunjukan diawali dengan Tari Padekko, kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan Lammang dan Tari Paddingin. Suasana semakin terasa ketika para pemeran menampilkan adegan yang menggambarkan perjuangan dan semangat para pahlawan Tu Polongbangkeng pada masa perjuangan.

Pementasan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan pesan sejarah kepada generasi muda agar tidak melupakan jasa dan perjuangan para leluhur.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Takalar, Drs H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M.

Dalam sambutannya, Hengki Yasin mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai pertunjukan sejarah melalui seni merupakan langkah positif dalam menjaga ingatan kolektif masyarakat Takalar.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat luar biasa karena mampu mempertemukan seni, budaya dan sejarah dalam satu pertunjukan yang dapat dinikmati sekaligus dipelajari dan mengingatkan para pejuang kita oleh masyarakat,kususnya warga tu polongbangken.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga sejarah perjuangan para pahlawan daerah tidak hilang ditelan zaman.

“Ini kegiatan yang sangat luar biasa. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun, sehingga sejarah perjuangan para pendahulu kita tetap dikenal oleh generasi berikutnya,” ujar Hengki.

Sementara itu, salah seorang keluarga pejuang Tu Polongbangkeng, Abd. Jalal Daeng Leo . mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan yang mengangkat kembali kisah perjuangan para leluhur kami.

Menurutnya, pertunjukan tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar para pejuang untuk kembali mengenang perjuangan nenek moyang mereka pada masa lalu.

“Kami sangat bersyukur campur sedih dengan adanya kegiatan ini karena kembali mengingatkan keluarga kami tentang perjuangan nenek dan kakek kami pada masanya perjuanganya.

Sejarah seperti ini penting untuk terus diingat dan disampaikan kepada generasi muda,” ungkap salah satu keluraga keturunan Abd. Jalal Daeng.

Ia juga berharap kisah perjuangan Tu Polongbangkeng, khususnya Ranggong Daeng Romo dan para pejuang lainnya, dapat memperoleh ruang yang lebih besar dalam berbagai kegiatan kebudayaan daerah.

Bahkan, ia berharap pertunjukan sejarah tersebut dapat ditampilkan dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Takalar, sehingga masyarakat yang lebih luas dapat mengenal sejarah perjuangan para tokoh daerah.

Salah seorang keturunan keluarga pejuang tu polongbanken dari moncom komba kami berharap , pertunjukan seperti ini bisa ditampilkan pada momentum Hari Jadi Takalar. Dengan begitu, sejarah perjuangan para pejuang Tu Polongbangkeng dapat semakin dikenal masyarakat,” harapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Maradekaya H.Amiruddin ,SE.A.KP.M.AP. dan sejumlah tokoh masyarakat, dari keluarga besar para pejuang Tu Polongbangkeng, serta masyarakat setempat.

Pementasan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa sejarah tidak hanya tersimpan dalam buku atau cerita dari generasi ke generasi. Melalui seni dan budaya, kisah perjuangan para pendahulu dapat kembali dihidupkan dan dikenalkan kepada generasi muda.

Di tengah perkembangan zaman, menjaga sejarah lokal menjadi bagian penting dalam membangun jati diri masyarakat.

Kisah Ranggong Daeng Romo dan para pejuang Tu Polongbangkeng menjadi warisan sejarah yang diharapkan terus dirawat, diceritakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bagi masyarakat Takalar, mengenang sejarah bukan sekadar melihat masa lalu, tetapi juga menjadi cara untuk menghargai perjuangan para pendahulu dan menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi masa kini.( D T )

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleTak Kenal Libur, Camat Kepulauan Tanakeke Tetap Hadir Layani Warga: “Maeki Abbulo Sibatang, Satu Komando untuk Kepentingan Masyarakat”.

Berita Terkait:

DAERAH Agustus 8, 2026

Tak Kenal Libur, Camat Kepulauan Tanakeke Tetap Hadir Layani Warga: “Maeki Abbulo Sibatang, Satu Komando untuk Kepentingan Masyarakat”.

Agustus 8, 2026 DAERAH
DAERAH Agustus 7, 2026

Bupati Daeng Manye Perkuat Sinergi dengan Bank BTN, Dorong Peningkatan PAD dan Percepatan Transformasi Digital di Takalar.

Agustus 7, 2026 DAERAH
DAERAH Agustus 7, 2026

Camat Kepulauan Tanakeke Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Tingkatkan Kesejahteraan di Momentum HUT ke-81 RI.

Agustus 7, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.