Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ombudsman Masuk Angin, Laporan Lamban Ketika Berhadapan Dengan Instansi Pemerintah Takalar.

Juni 26, 2026

Satu Bulan Tanpa Kepastian, Ombudsman Sulsel Diduga Lakukan Penundaan Berlarut Kasus Penggusuran Lapak Warga Takalar

Juni 26, 2026

Selaras dengan Visi-Misi Daeng Manye, Takalar Siap Jadi Percontohan Pembangunan Hijau dan Pertanian Berkelanjutan.

Juni 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»DAERAH»Ombudsman Masuk Angin, Laporan Lamban Ketika Berhadapan Dengan Instansi Pemerintah Takalar.
DAERAH

Ombudsman Masuk Angin, Laporan Lamban Ketika Berhadapan Dengan Instansi Pemerintah Takalar.

RuslanBy RuslanJuni 26, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TAKALAR – Gelombang kekecewaan terhadap performa Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan semakin memuncak. Lembaga yang digadang-gadang sebagai pembela hak masyarakat kecil dari kesewenang-wenangan birokrasi, kini justru dituding menjadi lembaga mandul yang hanya menghabiskan anggaran negara tanpa hasil kerja yang sepadan.

Kritik keras ini mencuat menyusul mandeknya penanganan laporan kasus pembongkaran paksa lapak pedagang kecil di Pasar Tepo oleh oknum Pejabat Pemda Takalar.

Ruslan, warga yang menjadi korban sekaligus Pelapor, mengaku hak-haknya diabaikan. Sudah lebih dari satu bulan sejak surat tanggapan kritis dilayangkan, pihak Ombudsman Sulsel bagian Keasistenan Pemeriksaan terkesan mengulur waktu dan berlindung di balik jawaban klise: “Sementara proses disusun. pak”

Bahkan, ketika dikonfirmasi secara tegas untuk meminta kepastian waktu, pihak Ombudsman Sulsel justru memilih bungkam. Sikap antikritik dan tidak transparan ini dinilai sangat ironis bagi sebuah lembaga pengawas pelayanan publik.

“Kalau kerjanya lamban, mengabaikan laporan warga kecil, dan hanya bisa mengulur waktu, untuk apa lembaga ini dipertahankan? Mereka digaji besar dari pajak rakyat, difasilitasi oleh uang negara, tapi output kerjanya nol besar dalam memberikan kepastian hukum. Lebih baik dievaluasi total atau bubarkan saja Ombudsman yang model kerjanya seperti ini, karena hanya bikin habis anggaran negara!” Cetus Ruslan.

Lambannya respons Ombudsman Sulsel ini memicu dugaan kuat adanya praktik tebang pilih. Publik berspekulasi bahwa Ombudsman gamang dan “masuk angin” ketika harus berhadapan langsung dengan instansi pemerintah atau oknum pejabat daerah yang memiliki akses kekuasaan, sementara nasib rakyat kecil yang kehilangan mata pencaharian dibiarkan terkatung-katung.

Tindakan menunda-nunda penyelesaian laporan (undue delay) dan mengabaikan konfirmasi pelapor adalah bentuk nyata dari maladministrasi akut yang justru dilakukan oleh lembaga pengawas itu sendiri. Ombudsman Sulsel dinilai telah gagal total dalam mengimplementasikan nilai-nilai Good Public Governance dan UU No. 37 Tahun 2008.

Menyikapi matinya fungsi pengawasan di tingkat daerah, pihak Pelapor menegaskan tidak akan tinggal diam. Dalam waktu dekat, mosi tidak percaya dan laporan resmi terkait buruknya kinerja Ombudsman Perwakilan Sulsel akan dikirimkan langsung ke Ketua Ombudsman RI Pusat di Jakarta serta Komisi II DPR RI selaku mitra kerja, agar anggaran negara untuk perwakilan daerah yang tidak produktif ini segera dievaluasi dan dipangkas.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleSatu Bulan Tanpa Kepastian, Ombudsman Sulsel Diduga Lakukan Penundaan Berlarut Kasus Penggusuran Lapak Warga Takalar

Berita Terkait:

DAERAH Juni 26, 2026

Satu Bulan Tanpa Kepastian, Ombudsman Sulsel Diduga Lakukan Penundaan Berlarut Kasus Penggusuran Lapak Warga Takalar

Juni 26, 2026 DAERAH
DAERAH Juni 25, 2026

Selaras dengan Visi-Misi Daeng Manye, Takalar Siap Jadi Percontohan Pembangunan Hijau dan Pertanian Berkelanjutan.

Juni 25, 2026 DAERAH
DAERAH Juni 25, 2026

Kawasan Pendidikan Agroekologi Jadi Program Strategis Daeng Manye Untuk Takalar Berkelanjutan.

Juni 25, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.