Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pemkab Takalar Mulai Penerimaan Sekolah Rakyat Juli 2026, Siap Tampung 270 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu.

Juli 1, 2026

Panen Sayuran di Rujab Bupati, Terapkan Pemanfaatan Pekarangan.

Juni 30, 2026

Bupati Takalar Apresiasi Kepala Lingkungan dengan masa kerja 43 Tahun.

Juni 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»DAERAH»Perintah Walikota Lhokseumawe Tutup Galian C Dinilai Brutal, Matikan Ekonomi Warga
DAERAH

Perintah Walikota Lhokseumawe Tutup Galian C Dinilai Brutal, Matikan Ekonomi Warga

adminimBy adminimFebruari 6, 2026Updated:Maret 26, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Perintah Walikota Lhokseumawe Tutup Galian C Dinilai Brutal, Matikan Ekonomi Warga
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM | LHOKSEUMAWE – Perintah Walikota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H. untuk menutup seluruh aktivitas tambang galian C tanah urug dalam wilayah Kota Lhokseumawe memicu gelombang kemarahan di tengah masyarakat. Kebijakan tersebut dinilai bukan sekadar penertiban, melainkan tindakan brutal yang secara langsung mematikan sumber penghidupan rakyat kecil.

Penutupan tambang dilakukan tanpa ampun dan tanpa solusi. Ratusan buruh tambang, sopir dump truk, hingga pelaku usaha kecil mendadak kehilangan mata pencaharian. Pemerintah Kota Lhokseumawe dituding menutup mata terhadap dampak sosial yang ditimbulkan oleh keputusan sepihak tersebut.

Ironisnya, kebijakan itu dikeluarkan tanpa dialog terbuka dan tanpa kajian sosial ekonomi yang jelas. Tidak ada sosialisasi, tidak ada tenggat waktu, apalagi skema pembinaan. Yang ada hanya perintah tutup, seolah rakyat kecil tidak punya hak untuk hidup layak.

“Kami diperlakukan seperti penjahat,” keluh seorang pekerja tambang. Ia mengaku selama ini bekerja untuk menyambung hidup keluarga, bukan untuk merusak lingkungan. Namun kini, ia dan ratusan pekerja lain justru dikorbankan atas nama kebijakan yang tidak berkeadilan.

Di saat tambang rakyat dipaksa berhenti total, kebutuhan tanah urug untuk timbunan rumah warga dan untuk bahan baku pembuatan batu bata di Lhokseumawe justru tetap berjalan. Akibatnya, pasokan material tersendat dan harga melonjak tajam. Publik pun bertanya, dari mana material untuk bahan pembuatan batu bata akan diambil jika tambang lokal dimatikan.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai Walikota Lhokseumawe telah gagal memahami realitas ekonomi rakyat. Penegakan aturan seharusnya dibarengi solusi, bukan sekadar pamer kekuasaan yang berujung pada penderitaan massal.

DPRK Lhokseumawe didesak tidak diam. Dewan diminta segera memanggil Walikota, dinas terkait, serta aparat penegak hukum untuk membuka fakta sebenarnya di balik kebijakan penutupan tambang galian C tersebut.

Jika kebijakan ini terus dipaksakan tanpa evaluasi, bukan tidak mungkin akan memicu gejolak sosial. Pengangguran dipastikan meningkat, kemiskinan makin meluas, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah akan runtuh.

Masyarakat menuntut Walikota Lhokseumawe segera mencabut atau meninjau ulang perintah penutupan tambang galian C tanah urug. Pemerintah diminta berhenti membuat kebijakan yang arogan dan mulai berpihak pada rakyat kecil yang kini dibiarkan kehilangan harapan,” ujar salah seorang pengusaha tanah galian C BR.(DANTON) Kaperwil Aceh

 

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleKapolda Kalbar Pimpin Sertijab Wakapolda: Brigjen Pol Hindarsono Resmi Gantikan Brigjen Pol Roma Hutajulu
Next Article Kebakaran Mobil Lumpuhkan WiFi di Langsa Timur, Pelanggan Mengamuk Layanan Internet Mati Tanpa Tanggung Jawab

Berita Terkait:

DAERAH Juli 1, 2026

Pemkab Takalar Mulai Penerimaan Sekolah Rakyat Juli 2026, Siap Tampung 270 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu.

Juli 1, 2026 DAERAH
DAERAH Juni 30, 2026

Panen Sayuran di Rujab Bupati, Terapkan Pemanfaatan Pekarangan.

Juni 30, 2026 DAERAH
DAERAH Juni 30, 2026

Bupati Takalar Apresiasi Kepala Lingkungan dengan masa kerja 43 Tahun.

Juni 30, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.