METROINFONEWS.COM | BANDA ACEH – Pasca banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, keluhan datang dari sejumlah nasabah leasing ACC yang mengaku tetap dipaksa membayar angsuran tanpa adanya keringanan. Kondisi ini menuai kekecewaan, terutama dari warga terdampak banjir yang mengalami kerusakan rumah, kendaraan, hingga kehilangan mata pencaharian.
Beberapa nasabah menyebutkan bahwa meskipun telah menjelaskan kondisi pascabencana, pihak leasing ACC tetap menagih angsuran sesuai jadwal. Bahkan, menurut pengakuan nasabah, tidak ada opsi penundaan pembayaran maupun restrukturisasi yang ditawarkan, sehingga menambah beban ekonomi di tengah kondisi sulit.
“Rumah kami terendam, motor rusak, usaha berhenti sementara. Tapi tetap diminta bayar angsuran penuh,” ungkap salah satu nasabah terdampak banjir yang enggan disebutkan namanya, Kamis (08/01/2026). Ia mengaku kecewa karena berharap ada kebijakan kemanusiaan dari perusahaan pembiayaan.
Padahal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan relaksasi dan restrukturisasi kredit bagi masyarakat terdampak bencana alam. Kebijakan tersebut memungkinkan lembaga pembiayaan memberikan keringanan berupa penundaan angsuran, perpanjangan tenor, hingga penyesuaian pembayaran sesuai kemampuan nasabah.
Namun di lapangan, kebijakan tersebut dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh nasabah leasing. Warga menilai ACC terkesan mengabaikan kondisi darurat yang dialami masyarakat Aceh pascabanjir, dan lebih mengedepankan kewajiban pembayaran dibandingkan empati sosial.
Sejumlah pihak mendesak OJK dan pemerintah daerah untuk turun tangan dan melakukan pengawasan terhadap perusahaan pembiayaan yang diduga tidak menjalankan kebijakan relaksasi kredit. Mereka menilai perlu ada evaluasi agar hak-hak nasabah terdampak bencana benar-benar dilindungi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak ACC di Banda Aceh mau dari Pusat belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan nasabah tersebut. Masyarakat berharap adanya solusi yang adil dan berpihak kepada korban banjir, agar beban ekonomi tidak semakin menghimpit warga yang sedang berjuang bangkit dari bencana.(DANTON) Kaperwil Aceh
