METROINFONEWS.COM | LANGSA ACEH – Pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Langsa, warga kini menghadapi persoalan serius terkait ketersediaan air bersih. Sudah berjalan dua Minggu pasca banjir sampai detik ini air PDAM Tirta Kemuning tidak mengalir, membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, hingga memasak. Situasi ini semakin memperburuk kondisi warga yang masih berupaya memulihkan kehidupan setelah banjir besar.
Di tengah kesulitan tersebut, warga dibuat kecewa setelah mengetahui bahwa Direktur PDAM Tirta Kemuning ternyata sedang berada di luar daerah. Ketidakhadiran pimpinan perusahaan daerah itu memicu kekecewaan masyarakat, mengingat mereka sedang membutuhkan kehadiran dan keputusan cepat dari pihak manajemen untuk menangani krisis air bersih.
Sejumlah warga Langsa Timur mengaku sudah berulang kali mengeluhkan hal tersebut ke media, namun belum ada tindakan serius dari PDAM Tirta Kemuning Langsa. Warga menilai situasi ini sangat ironis, karena instansi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemulihan pascabanjir justru tidak dipimpin langsung saat krisis terjadi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa gangguan layanan air disebabkan kerusakan pada beberapa instalasi dan jaringan pipa pascabanjir. Namun proses perbaikan berjalan lambat karena memerlukan arahan dan keputusan langsung dari pimpinan, sementara direktur dikabarkan belum kembali ke daerah hingga hari ini.
Warga menyampaikan rasa kecewa mereka, karena di saat masyarakat menghadapi kesulitan, sosok yang paling bertanggung jawab justru tidak berada di tempat. “Kami butuh kepastian kapan air mengalir. Kalau pimpinannya tidak di sini, bagaimana mau mempercepat perbaikan?” ujar Yuli seorang warga yang sudah dua seminggu menunggu air PDAM kembali mengalir. Jum’at (05/12/2025).
Akibat tidak adanya suplai air PDAM, sebagian masyarakat terpaksa membeli air galon dengan harga mahal tiga kali lipat. Hal ini menambah beban pengeluaran warga, terutama mereka yang terdampak langsung oleh banjir dan kehilangan banyak kebutuhan pokok.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Langsa segera memanggil manajemen PDAM Tirta Kemuning serta menegaskan pentingnya kehadiran pimpinan di saat krisis. Warga menekankan bahwa pelayanan air bersih adalah kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda, dan keberadaan direktur di luar daerah telah memperlambat upaya pemulihan pascabanjir,” keluh warga (pelanggan).(DANTON) Kaperwil Aceh
