METROINFONEWS.COM | LANGSA ACEH – Sudah tujuh hari berlalu sejak banjir besar melanda Kota Langsa, namun sampai hari ini warga masih menghadapi krisis air bersih yang belum juga terselesaikan. Kondisi ini membuat masyarakat semakin kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, terutama untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak.
Di semua dalam wilayah Kota Langsa, Provinsi Aceh, pasokan air dari PDAM Tirta Kemuning tidak mengalir (mati) total, Situasi ini dinilai memperparah kondisi pasca banjir yang sudah cukup berat bagi masyarakat.
Seorang Ibu warga Kecamatan Langsa Timur, Yuliantina menyebutkan kami masyarakat tidak mampu membeli air bersih dari Lengkong yang harganya melonjak hingga dua kali lipat dari biasanya. Hingga kami sebagai masyarakat menjerit tidak adanya pasok air dari PDAM Tirta Kemuning Langsa,” ungkapnya, Selasa (2/12/2025).
Keluhan warga terus mengalir ke media sosial dan grup-grup komunitas, menandakan bahwa masalah ini terjadi secara luas dan bukan hanya pada titik tertentu. Mereka mendesak pemerintah Kota Langsa dan PDAM untuk segera mengatasi kondisi persoalan air ke masyarakat (Pelanggan) jangan seperti ini berlarut-larut tidak ada kejelasan, membuat buat masyarakat tambah menderita pasca banjir.
Warga berharap pemerintah Kota Langsa turut berperan aktif dalam menangani krisis ini. Banyak dari mereka kini masih memulihkan rumah yang rusak akibat banjir, sehingga kebutuhan air bersih menjadi sangat mendesak. Tanpa pasokan yang stabil, proses pemulihan akan semakin lama dan memicu berbagai masalah kesehatan.
Masyarakat Kota Langsa mendesak PDAM dan pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret dan mempercepat perbaikan jaringan. Mereka menegaskan bahwa air bersih adalah kebutuhan vital dan tidak boleh dibiarkan terus menjadi keluhan berulang pasca bencana yang melanda.
Beberapa warga wilayah Kota Langsa bahkan mulai mengkhawatirkan potensi penyakit, mengingat pasca banjir kondisi lingkungan sedang rentan. Kekurangan air bersih dapat memicu munculnya penyakit kulit, diare, hingga infeksi, terutama pada anak-anak. Hal ini memperkuat alasan mengapa penyediaan air bersih tidak bisa lagi ditunda.
Krisis air yang terjadi di Kota Langsa kali ini menjadi salah satu yang paling dirasakan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Selain mempengaruhi aktivitas harian, kondisi ini juga memperlambat proses pembersihan rumah dan sarana umum yang rusak akibat banjir. Warga berharap setiap hari adanya kemajuan nyata dari pihak PDAM.
Masyarakat Kota Langsa kini menunggu langkah konkret dari pemerintah dan PDAM. Mereka menegaskan bahwa air adalah kebutuhan mendesak dan hak dasar setiap warga. Krisis yang berlangsung selama sepekan ini harus segera ditangani agar tidak menimbulkan dampak sosial dan kesehatan yang lebih luas,” ujarnya.(DANTON) Kaperwil Aceh
