METROINFONEWS.COM |Manggarai – Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) menggelar aksi unjuk rasa di tiga titik berbeda, yakni Polres Manggarai, Kantor Bupati Manggarai, dan Gedung DPRD Manggarai, pada Kamis (20/11/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai semakin meresahkan masyarakat, serta dugaan adanya praktik mafia BBM yang beroperasi di wilayah tersebut.
Ketua KP-GRD, Jimi Saputra, dalam orasinya di depan Mapolres Manggarai menegaskan bahwa kelangkaan BBM telah menjadi persoalan mendesak yang berdampak luas pada aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ini masalah serius yang berdampak ke seluruh masyarakat Manggarai. Kami hadir untuk mengawal persoalan kelangkaan BBM yang sudah terjadi cukup lama,” tegas Jimi.
Ia menyebut kelangkaan tersebut bahkan dirasakan hingga ke tingkat desa dan kecamatan. KP-GRD menilai kondisi ini bukan terjadi secara alamiah, melainkan diduga kuat akibat permainan pihak tertentu untuk meraup keuntungan.
Aksi kemudian bergeser ke Kantor Bupati Manggarai. Di hadapan pemerintah daerah, Jimi menekankan pentingnya langkah cepat dan strategis untuk mengatasi kelangkaan BBM.
Menurut KP-GRD, terganggunya distribusi BBM telah memengaruhi perputaran ekonomi masyarakat. Karena itu, mereka mendesak Bupati Manggarai untuk memberikan solusi konkret serta mencari alternatif kebijakan guna menormalisasi pasokan BBM.
Di gedung DPRD Manggarai, massa aksi meminta para wakil rakyat menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal. Mereka menilai kelangkaan BBM telah berlangsung lama namun belum mendapat penanganan signifikan dari pemerintah.
KP-GRD mendesak DPRD untuk segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama instansi terkait guna membahas penyebab kelangkaan BBM serta mengungkap kemungkinan adanya jaringan mafia BBM di Kabupaten Manggarai.
Massa juga meminta DPRD mendorong Pemda dan Polres Manggarai untuk memperketat pengawasan di setiap SPBU, termasuk praktik pengisian BBM dengan jeriken oleh oknum tertentu.
“Bila perlu, setiap SPBU harus diawasi langsung oleh anggota kepolisian,” ujar Jimi di hadapan peserta aksi
Selama aksi berlangsung, perwakilan massa ditemui langsung oleh Wakapolres Manggarai, perwakilan Pemda, serta Ketua DPRD Manggarai. Ketiganya menyatakan siap berkolaborasi dengan KP-GRD dalam mencari solusi atas krisis BBM.
Jimi menegaskan kembali bahwa masyarakat di desa dan kecamatan sangat kesulitan memperoleh BBM bersubsidi, dan ketika tersedia, harganya jauh lebih mahal dari harga resmi.
“Ini menjadi PR besar bagi pemerintah. Di tengah ekonomi sulit, kelangkaan BBM dan tingginya harga bensin semakin menyulitkan masyarakat,” pungkasnya.
Dalam audiensi tersebut, KP-GRD menyampaikan tiga tuntutan utama:
1.Mendesak Bupati Manggarai agar lebih peka dan responsif terhadap kesulitan masyarakat akibat kelangkaan BBM.
2.Mendesak Kapolres Manggarai untuk mengusut tuntas dugaan mafia BBM.
3.Mendesak DPRD Manggarai segera menggelar RDP dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi atas krisis BBM.(/*)red
