METROINFONEWS.COM | LANGSA ACEH – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas IIB Langsa, Anggit Yongki Setiawan kembali menjadi sorotan. Pasalnya, sejumlah wartawan di Kota Langsa mengeluhkan sikap Kalapas yang dinilai tidak bersahabat dan cenderung menutup diri terhadap insan pers.
Beberapa wartawan mengaku telah berulang kali mencoba mengirim pesan WhatsApp memperkenalkan diri langsung ke pihak nomor WhatsApp pribadi KaLapas Narkotika Langsa, namun tidak ada balasan dari kalapas.
Sikap tertutup tersebut menimbulkan kesan bahwa Kalapas Narkotika Langsa enggan berinteraksi dengan wartawan. Padahal, hubungan antara lembaga negara dan media seharusnya dibangun di atas asas keterbukaan dan kemitraan, demi mewujudkan transparansi publik.
“Sangat disayangkan kalau seorang pejabat publik justru terkesan menghindari wartawan. Kami datang bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” ungkap salah satu wartawan Fahrid, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, lembaga pemasyarakatan merupakan instansi yang memiliki tanggung jawab sosial tinggi. Karena itu, keterbukaan informasi menjadi hal penting agar publik mengetahui berbagai kegiatan pembinaan maupun pelayanan di dalam lapas.
Sikap tidak bersahabat terhadap wartawan justru dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Sebab, ketika informasi sulit diakses, publik akan mudah terpengaruh oleh isu liar yang belum tentu benar.
Masyarakat berharap agar pihak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, melalui Kantor Wilayah Aceh dapat mengevaluasi sikap Kalapas Narkotika Langsa tersebut. Pejabat publik semestinya menjalin hubungan baik dengan media, karena pers merupakan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas.(DANTON) Kaperwil Aceh
