METROINFONEWS.COM | ACEH TIMUR – Warga dan sejumlah pihak di Aceh Timur tengah memperbincangkan kehebohan yang muncul akibat baliho pada Hari Santri Nasional 2025 yang beredar di lapangan Kantor Pemerintahan itu. Pasalnya, baliho tersebut hanya menampilkan foto Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., tanpa disertai foto Wakil Bupati T. Zainal Abidin, S.Pd.I., sehingga memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Pantauan di lapangan, Rabu (22/10/2025), baliho Hari Santri Nasional itu terpampang di lapangan Kantor Pemerintahan. Di baliho tersebut, terlihat jelas hanya foto Bupati Aceh Timur
Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., Hari Santri Nasional, namun tak ada gambar Wakil Bupati T Zainal Abidin, S.Pd.I., yang biasanya turut dicantumkan dalam publikasi resmi pemerintah daerah.
Sejumlah warga menilai, absennya foto Wakil Bupati terkesan janggal dan menimbulkan tanda tanya. “Biasanya kan berdua, kok sekarang sendiri. Ini jadi bahan pembicaraan di warung-warung kopi,” ujar salah seorang warga Idi Rayeuk, Jumat (24/10/2025).
Tidak sedikit pula yang menilai hal itu menggambarkan adanya kemungkinan hubungan kurang harmonis antara pimpinan daerah tersebut. Namun sebagian warga lainnya berpendapat bahwa mungkin saja baliho itu dibuat oleh pihak tertentu tanpa koordinasi resmi dengan pemerintah kabupaten.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekretariat Daerah Aceh Timur belum memberikan keterangan resmi terkait siapa yang memasang baliho tersebut dan apakah desainnya telah melalui prosedur komunikasi dengan protokol pemerintah daerah.
Sementara itu, seorang sumber di lingkungan Pemkab Aceh Timur menyebutkan bahwa setiap materi publikasi pemerintah seharusnya terlebih dahulu mendapat persetujuan dari bagian Humas dan Protokol. “Kalau tidak, bisa saja muncul kesan yang kurang baik, apalagi ini momen nasional seperti Hari Santri,” ujarnya.
Di sisi lain, beberapa pihak dari kalangan santri dan ormas Islam setempat menyesalkan terjadinya situasi ini. Menurut mereka, momen Hari Santri seharusnya menjadi ajang memperkuat kebersamaan, bukan malah menimbulkan polemik.
“Kalau benar ada perbedaan di internal pemerintahan, sebaiknya jangan dibawa ke ruang publik melalui simbol-simbol seperti baliho. Ini kan momen keagamaan yang seharusnya menyejukkan,” kata salah satu tokoh dayah di Aceh Timur.
Wakil Bupati Aceh Timur sendiri belum memberikan komentar resmi terkait tidak munculnya fotonya di baliho tersebut. Namun, sejumlah pihak berharap agar hal ini tidak diperpanjang dan dapat diselesaikan secara baik di internal pemerintahan.
Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, di mana banyak warganet menyoroti pentingnya etika komunikasi dan kebersamaan antara pimpinan daerah dalam setiap kegiatan publik, terlebih pada momen keagamaan seperti Hari Santri Nasional.(DANTON) Kaperwil Aceh
