METROINFONEWS.COM | GOWA –Rabu 8 Oktober 2025 -Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, manusia kini semakin rentan terhadap penyakit degeneratif dan stres mental. Namun bagi umat Muslim, solusi alami untuk menjaga keseimbangan tubuh dan jiwa sebenarnya sudah tersedia sejak lama yaitu sholat lima waktu.
Sebagai seorang jurnalis kesehatan, saya melihat sholat bukan hanya sebagai ibadah spiritual, tetapi juga sebagai terapi holistik yang menggabungkan gerakan fisik, pengaturan napas, dan ketenangan batin. Sejumlah penelitian medis bahkan membuktikan bahwa sholat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan tubuh dan mental.
Rangkaian gerakan dalam sholat mulai dari takbir, rukuk, i’tidal, sujud hingga salam jika dilakukan dengan tuma’ninah (tenang dan penuh kesadaran), sebenarnya merupakan bentuk olahraga ringan yang melibatkan hampir seluruh bagian tubuh.
1.Melancarkan Peredaran Darah dan Menyegarkan Otak
Posisi sujud menempatkan jantung di atas kepala, meningkatkan aliran darah kaya oksigen ke otak. Kondisi ini membantu memperbaiki fungsi kognitif, meningkatkan konsentrasi, dan menurunkan risiko tekanan darah tinggi serta sakit kepala.
2.Menjaga Postur dan Kekuatan Otot Gerakan rukuk membantu melatih kelenturan tulang belakang, menguatkan otot punggung dan paha, serta memperbaiki postur tubuh. Jika dilakukan secara rutin, risiko nyeri punggung dapat berkurang signifikan.
3.Menstimulasi Organ Pencernaan Posisi duduk di antara dua sujud dan tasyahud memberikan tekanan lembut pada area perut, membantu melancarkan sistem pencernaan dan metabolisme.
Penelitian yang dilakukan oleh Rajin (2013) menyebutkan bahwa gerakan isometrik dalam sholat mampu menurunkan kadar gula darah setelah makan hingga setara dengan olahraga ringan.
Dalam dunia kesehatan mental, sholat disebut sebagai bentuk meditasi aktif. Fokus pada bacaan, pengaturan napas, dan gerakan berulang menciptakan efek relaksasi yang terbukti menurunkan kadar hormon stres (kortisol) dan meningkatkan kestabilan emosi.
Penelitian oleh Safiruddin Al Baqi dan Abdah Munfaridatus Sholihah (2019) menunjukkan bahwa sholat berperan penting sebagai coping mechanism bagi individu yang menghadapi tekanan psikologis dan kecemasan.
Selain itu, jadwal sholat lima waktu juga membantu tubuh mengatur ritme sirkadian jam biologis alami manusia. Sholat Isya dan Subuh, misalnya, membantu menenangkan saraf dan memperbaiki kualitas tidur.
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui kajian tahun 2024 mengungkapkan bahwa gerakan sholat memiliki efek positif terhadap sistem saraf pusat.
Menurut Dr. dr. H. M. Rudiansyah, M.Kes., Sp.PD-KGH, FINASIM, gerakan sholat dapat memicu pelepasan hormon endorfin zat kimia alami tubuh yang menimbulkan rasa tenang dan bahagia.
“Sholat bukan sekadar kewajiban ibadah, tapi juga rekreasi spiritual yang berdampak fisiologis bagi tubuh manusia,” ujar Rudiansyah dalam publikasi FK-KMK UGM (2024).
Sholat yang dilakukan dengan penuh kesadaran sejatinya adalah investasi kesehatan jangka panjang. Selain mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, rutinitas ibadah ini juga menjaga kebugaran tubuh, menyeimbangkan hormon, dan meningkatkan ketahanan mental dari Spiritualitas Menuju Gaya Hidup Sehat
Sudah saatnya masyarakat, termasuk kalangan medis dan akademisi, melihat sholat sebagai bagian dari gaya hidup sehat umat Muslim. Sebuah praktik preventif tanpa biaya, tanpa efek samping, dan penuh manfaat baik untuk tubuh maupun jiwa.(/*)
Abdul Hatib
Jurnalis Kesehatan – MetroInfoNews.com
Editor:SS
