METROINFONEWS.COM | Makassar – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) se-Sulawesi Selatan menyerahkan maklumat resmi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan, Kamis (11/9/2025). Langkah ini disebut sebagai sikap politik dan moral mahasiswa terhadap kondisi bangsa yang dinilai kian menjauh dari cita-cita keadilan sosial.
Dalam maklumat tersebut, SEMMI menyoroti persoalan klasik yang masih membelit rakyat, mulai dari kesenjangan ekonomi, ketidakadilan sosial, praktik birokrasi yang sarat korupsi, hingga elite politik yang dianggap abai terhadap nasib rakyat.
“Rakyat yang turun ke jalan bukan tanda anarki, melainkan tanda bahwa demokrasi gagal menjawab kebutuhan dasar,” tegas Idam, Kabid Kemahasiswaan dan Kepemudaan PW SEMMI Sulsel, usai menyerahkan maklumat.
Idam menegaskan, penyerahan maklumat ini bukanlah gerakan sesaat, melainkan bentuk sikap konstitusional mahasiswa. “Perjuangan kami tidak hanya sebatas teriakan jalanan. Dengan maklumat ini, kami membuka pintu dialog. Tapi jika hanya dianggap formalitas, kami juga menyiapkan jalan perlawanan,” ujarnya.
Isi Maklumat SEMMI Sulsel
Dalam dokumen yang diserahkan, SEMMI menyampaikan empat poin utama,
1.Koreksi mendasar terhadap situasi bangsa.
2.Penegasan sikap mahasiswa terhadap demokrasi yang dinilai cacat.
3.Seruan moral untuk menegakkan keadilan sosial.
4.Tuntutan konkret bagi pemerintah, baik provinsi maupun pusat.
Sementara itu, Wawan Copel, Bendahara Umum PW SEMMI Sulsel, menambahkan bahwa gerakan SEMMI dibangun di atas tiga pilar perjuangan. “Pertama, gerakan intelektual melalui kajian akademis. Kedua, gerakan moral sebagai suara hati nurani. Ketiga, gerakan jalanan yang ditempuh ketika kanal formal tertutup,” jelasnya.
SEMMI juga mengaitkan gerakan mereka dengan catatan sejarah perlawanan mahasiswa di Indonesia, mulai dari Tritura 1966, Malari 1974, hingga Reformasi 1998. Menurut mereka, mahasiswa kembali dipanggil sejarah untuk menyelamatkan demokrasi dari cengkeraman oligarki politik dan lemahnya institusi publik.
“Kami bukan pewaris diam, kami pewaris perjuangan. Maklumat ini adalah dokumen sejarah, dan aksi yang kami lakukan adalah catatan perlawanan,” tandas Wawan.
SEMMI menekankan bahwa terdapat 10 tuntutan strategis yang mereka ajukan kepada Pemprov Sulsel. Mereka menuntut agar tuntutan tersebut segera ditindaklanjuti, sebab jika diabaikan, hal itu akan dicatat sebagai pengkhianatan terhadap amanah rakyat.(/*)Ir.T

