METROINFONEWS.COM | GOWA -Proyek Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) di SMP Negeri 5 Gowa kembali menuai sorotan publik. Dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan pembangunan sekolah tersebut mencuat setelah ditemukan sejumlah kejanggalan pada penggunaan material serta ketidaksesuaian anggaran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, material kayu yang digunakan dalam pembangunan diduga tidak sesuai standar teknis. Pihak pelaksana disebut memakai kayu jenis Samarinda kelas 2, bahkan ditemukan dugaan pemakaian kayu bekas. Selain itu, kanal C yang berfungsi sebagai rangka bangunan dinilai tidak memenuhi ketebalan standar sebagaimana mestinya pada proyek rehabilitasi sekolah.
Tak hanya soal material, sejumlah item pekerjaan juga dilaporkan tidak tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Beberapa di antaranya yakni pemasangan pintu kamar mandi, rangka menara tandon air, serta kunci pintu. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait transparansi penyusunan anggaran dan akurasi perencanaan proyek.

Ketika dikonfirmasi, seorang individu berinisial R yang sebelumnya disebut sebagai pengawas proyek, membantah masih terlibat.
“Tabe’, bukanmi saya pelaksana di SMP 5, Pak. Saya sudah mengundurkan diri,” ungkapnya melalui pesan singkat WhatsApp.
R menyarankan agar media menghubungi pihak lain yang masih aktif dalam struktur P2SP SMPN 5 Gowa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad, saat dimintai keterangan, menyampaikan bahwa pihaknya akan meneruskan informasi tersebut kepada pihak sekolah selaku penanggung jawab proyek.
“Infonya akan kami teruskan kepada kepala sekolah sebagai penanggung jawab P2SP dan pengawas pekerjaannya,” jawab Taufiq melalui pesan WhatsApp.

Dugaan penggunaan material di bawah standar dan ketidaksesuaian RAB dianggap merugikan kualitas pembangunan sarana pendidikan. Publik menilai transparansi anggaran harus ditegakkan agar proyek sekolah benar-benar sesuai tujuan, yakni menyediakan fasilitas yang layak bagi siswa.
Kasus ini diperkirakan masih akan berlanjut. Sejumlah pihak mendesak agar dilakukan audit serta pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaksanaan proyek P2SP SMPN 5 Gowa. Publik menunggu langkah tegas dari instansi terkait demi menjawab keraguan atas transparansi anggaran pendidikan di Kabupaten Gowa(Bersambung)

