METROINFONEWS.COM |Makassar — Forum Pemerhati Keselamatan dan Kesehatan Kerja (FPK3) Sulawesi Selatan mendorong penguatan sinergitas pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh wilayah provinsi. Langkah ini menjadi krusial, mengingat ribuan industri tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel, yang membutuhkan sistem pengawasan K3 yang terpadu dan berkelanjutan.
Pendiri FPK3 Sulsel, Husnul Mubarak, S.Kep., M.Kes., menegaskan bahwa pengawasan K3 tidak akan efektif tanpa kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, peran aktif pemerintah daerah, pelaku industri, serikat pekerja, hingga akademisi sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi para tenaga kerja.
“Pengawasan K3 tidak akan maksimal jika tidak ada kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta. Selain itu, regulasi yang jelas juga menjadi landasan penting dalam implementasinya,” ujar Husnul, yang juga merupakan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum (AK3U).
Ia juga menyoroti masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap disiplin ilmu K3. Sosialisasi secara masif, menurutnya, menjadi salah satu kunci untuk membumikan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja, terutama di lingkungan industri yang berisiko tinggi.
FPK3 Sulsel saat ini aktif mendorong terbentuknya sinergi strategis antar pemangku kepentingan. Program-program seperti pelatihan bagi pengawas K3 di tingkat kabupaten/kota, penyusunan program kerja lintas sektor, hingga pertukaran informasi secara berkala menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem pengawasan yang terkoordinasi dan menyeluruh.
“Jumlah industri yang besar menuntut sistem pengawasan K3 yang tidak parsial. Kita butuh sistem terintegrasi agar pengawasan berjalan efektif di seluruh kabupaten/kota,” tambah Husnul.
Lebih lanjut, FPK3 Sulsel menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pelanggaran K3 sebagai bentuk perlindungan terhadap pekerja. Dengan pengawasan yang kuat dan penerapan standar K3 yang konsisten, diharapkan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di Sulsel dapat ditekan seminimal mungkin.
Upaya ini tidak hanya bertujuan menurunkan risiko kerja, tetapi juga mendorong terciptanya iklim kerja yang produktif dan berkelanjutan bagi dunia usaha di Sulawesi Selatan.(/*)Ir.T

