Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Aktivis Desak Pengusutan Tuntas Dana PUAP @pertanian Takalar: Diduga Menguap, Negara dan Petani Dirugikan

April 30, 2026

Demi Peningkatan Kesejahteraan Imam Desa,Rumah Hukum Indonesia Singgahi BAZNAS Takalar.

April 30, 2026

Dugaan Malapraktik di RS Thalia Irham: Pihak Rumah Sakit Diduga Berupaya Hilangkan Alat Bukti

April 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»EKONOMI»APBN 2026: Jangan Lagi Rakyat yang Dibebani, Saatnya Perusahaan Besar Ambil Bagian
EKONOMI

APBN 2026: Jangan Lagi Rakyat yang Dibebani, Saatnya Perusahaan Besar Ambil Bagian

M Indra MapparentaBy M Indra MapparentaMei 21, 2025Updated:Mei 21, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM | MAKASSAR – Rabu 21 Mei 2025 / Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga efisiensi dan kualitas belanja negara dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Bahkan, pemerintah menargetkan belanja negara berada di kisaran 14,19% hingga 14,75% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Fokus belanja diarahkan pada sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan desa dan UMKM.

Kita tentu mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan efektivitas belanja negara. Namun, perlu dicermati bahwa efisiensi yang dimaksud kerap kali justru berdampak pada pemotongan atau pengetatan akses layanan bagi rakyat kecil. Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan pendapatan negara lebih banyak mengandalkan pajak konsumsi, pungutan UMKM, hingga penertiban wajib pajak individu. Sementara itu, kontribusi dari perusahaan-perusahaan besar dan konglomerasi nasional masih jauh dari kata proporsional.

Ketimpangan dalam sistem perpajakan adalah masalah laten yang terus membebani keadilan sosial. Berbagai laporan menunjukkan masih banyak perusahaan besar yang memanfaatkan celah hukum, insentif fiskal, bahkan praktik transfer pricing untuk meminimalkan kewajiban pajaknya. Sementara, rakyat kecil terus diminta untuk taat pajak, bahkan ketika daya beli mereka tertekan.

Untuk tahun 2026, alokasi anggaran pendidikan diproyeksikan mencapai Rp 761 triliun dan anggaran kesehatan hingga Rp 228 triliun. Angka ini cukup besar dan menyimpan harapan terhadap perbaikan kualitas sumber daya manusia. Namun pertanyaannya, dari mana sumber dana sebesar itu jika negara terus mengandalkan rakyat sebagai penyumbang utama?

Pemerintah perlu menggeser paradigma kebijakan fiskal. Jangan lagi rakyat yang dibebani, saatnya perusahaan besar ambil bagian lebih signifikan. Menurut beberapa pendapat Secara umum ada Beberapa langkah konkret bisa diambil oleh pemerintah sebagai win solusi diantaranya

-Pengenaan Pajak Keuntungan Lebih (Windfall Tax) bagi sektor-sektor yang meraup laba besar saat krisis global seperti energi, pertambangan, dan teknologi.

-Audit dan Evaluasi Insentif Pajak, terutama pada perusahaan yang telah mendapat tax holiday atau pembebasan pajak lain, tetapi tidak menunjukkan kontribusi nyata terhadap penciptaan lapangan kerja atau nilai tambah dalam negeri.

-Perbaikan Tata Kelola Perpajakan Digital, agar perusahaan platform digital global yang beroperasi di Indonesia ikut membayar pajak secara adil.

-Transparansi dan Partisipasi Publik dalam pengawasan belanja kementerian dan lembaga agar tidak terjadi pemborosan atau program tidak tepat sasaran.

Langkah-langkah ini jauh lebih adil dibanding terus-menerus memperluas beban kepada rakyat dalam bentuk pajak konsumsi, kenaikan iuran layanan publik, atau pengurangan subsidi dasar.

Tidak ada yang salah dengan efisiensi. Tapi efisiensi belanja negara harus dibarengi dengan keberanian membenahi sistem penerimaan negara. Jika hanya satu sisi yang dibenahi, maka rakyatlah yang akan kembali menanggung akibatnya—baik secara langsung melalui pajak, maupun secara tidak langsung melalui penurunan kualitas layanan publik.

APBN adalah milik bersama, maka penyusunannya pun harus mencerminkan semangat gotong royong yang adil. Sudah waktunya korporasi besar menunjukkan nasionalismenya, bukan hanya dalam kata, tetapi juga dalam kontribusi nyata terhadap fiskal negara.
Penulis : Salman Sitaba

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleGRD Demo Peringati Reformasi, Serukan Rakyat Bangkit Lawan Rezim Prabowo-Gibran
Next Article Ka. LPKA Banda Aceh dan Jajaran ikuti Pengarahan disertai Penguatan oleh Dirjen PAS secara Virtual

Berita Terkait:

DAERAH April 30, 2026

Aktivis Desak Pengusutan Tuntas Dana PUAP @pertanian Takalar: Diduga Menguap, Negara dan Petani Dirugikan

April 30, 2026 DAERAH
DAERAH April 30, 2026

Demi Peningkatan Kesejahteraan Imam Desa,Rumah Hukum Indonesia Singgahi BAZNAS Takalar.

April 30, 2026 DAERAH
HUKUM April 30, 2026

Dugaan Malapraktik di RS Thalia Irham: Pihak Rumah Sakit Diduga Berupaya Hilangkan Alat Bukti

April 30, 2026 HUKUM
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.