Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Aktivis Desak Pengusutan Tuntas Dana PUAP @pertanian Takalar: Diduga Menguap, Negara dan Petani Dirugikan

April 30, 2026

Demi Peningkatan Kesejahteraan Imam Desa,Rumah Hukum Indonesia Singgahi BAZNAS Takalar.

April 30, 2026

Dugaan Malapraktik di RS Thalia Irham: Pihak Rumah Sakit Diduga Berupaya Hilangkan Alat Bukti

April 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»NASIONAL»Mahasiswa Diajak Kuatkan Wawasan Kebangsaan, Cegah Radikalisme Sejak Dini.
NASIONAL

Mahasiswa Diajak Kuatkan Wawasan Kebangsaan, Cegah Radikalisme Sejak Dini.

M Indra MapparentaBy M Indra MapparentaMei 21, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM | PONTIANAK, Generasi muda dinilai sebagai kelompok paling rentan disusupi paham intoleransi dan radikalisme. Melihat ancaman yang terus berkembang, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Pontianak menggelar dialog interaktif pada Kamis, (15/5/2025).
Dengan mengangkat tema pencegahan paham intoleran dan radikalisme di kalangan mahasiswa dan pemuda.

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Pontianak serta perwakilan BEM se-Kalbar.
Serta menghadirkan dua narasumber utama: Didi Darmadi, Kepala Bidang Pengkajian dan Penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalbar, serta Paskaria Ema, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalbar.

Menurut Didi Darmadi, penyebaran paham intoleran dan radikal hingga kini masih marak dan menjadikan kampus sebagai salah satu target utama.
Mahasiswa, katanya, memiliki kapasitas intelektual dan daya pengaruh yang besar, sehingga sangat mungkin dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu.
“Lingkungan kampus menjadi sasaran karena mahasiswa mampu membangun basis dukungan, memiliki keterampilan khusus, dan berada dalam fase pencarian jati diri. Jika tidak dibentengi dengan pemahaman kebangsaan, mereka bisa mudah terpapar,” tegas Didi.

Ia menambahkan penyebaran paham ini tidak hanya melalui forum keagamaan, tetapi juga lewat media sosial.
Pemahaman keagamaan yang dangkal dan minimnya literasi digital membuat mahasiswa semakin rentan terhadap narasi yang menyesatkan.
Karena itu, dialog-dialog kebangsaan dinilai penting untuk memperkuat pertahanan ideologis generasi muda.
“Kalau kampus bisa menciptakan generasi yang cinta tanah air dan memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat, maka penyebaran paham radikalisme bisa diminimalisir,” kata Didi.

Sekretaris Kesbangpol Provinsi Kalbar, Paskaria Ema, menegaskan bahwa semua lini masyarakat berpotensi disusupi paham intoleran dan radikal.
Namun ia menekankan bahwa generasi muda adalah kelompok yang paling strategis untuk dibekali wawasan kebangsaan sejak dini.
“Kesbangpol terus melakukan penguatan wawasan kebangsaan mulai dari tingkat SMA. Kami mengapresiasi langkah Universitas Muhammadiyah Pontianak yang aktif mendorong kesadaran ini di level mahasiswa,” ujar Paskaria.

Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Pontianak, Muhammad Sher Khan, menyatakan kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan pemahaman mendalam tentang pentingnya menangkal paham radikalisme dan intoleransi di kalangan generasi muda.
“Pemuda harus memahami pentingnya menjaga persatuan dan toleransi antarumat beragama. Harapannya, nilai-nilai itu bisa diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.

Dengan intensitas dialog seperti ini, para pihak berharap kampus tidak hanya jadi ruang belajar akademik, tetapi juga benteng pertahanan ideologis bangsa. Sebab, mencegah lebih baik daripada membiarkan generasi muda kehilangan arah dan menjadi alat kepentingan kelompok radikal. (Mika)

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleKapolres Pidie Pimpin Upacara Harkitnas Ke – 117: Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat
Next Article TIB Desak Polres Gowa Tindak Tegas Tambang Ilegal Usai Penggerebekan Gagal

Berita Terkait:

DAERAH April 30, 2026

Aktivis Desak Pengusutan Tuntas Dana PUAP @pertanian Takalar: Diduga Menguap, Negara dan Petani Dirugikan

April 30, 2026 DAERAH
DAERAH April 30, 2026

Demi Peningkatan Kesejahteraan Imam Desa,Rumah Hukum Indonesia Singgahi BAZNAS Takalar.

April 30, 2026 DAERAH
HUKUM April 30, 2026

Dugaan Malapraktik di RS Thalia Irham: Pihak Rumah Sakit Diduga Berupaya Hilangkan Alat Bukti

April 30, 2026 HUKUM
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.