METROINFONEWS.COM |Makassar, — Memperingati Hari Pendidikan Nasional, puluhan massa dari Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Jumat (2/5/2025).
Aksi ini merupakan bentuk refleksi dan kritik atas kondisi pendidikan nasional yang dinilai semakin timpang.
Para demonstran memblokir jalan dengan menggunakan sebuah truk yang difungsikan sebagai panggung orasi. Mereka menyoroti berbagai persoalan mendasar dalam dunia pendidikan, mulai dari minimnya akses pendidikan yang merata, rendahnya mutu peserta didik, hingga kian tergerusnya demokratisasi kampus.
“Kami menolak pendidikan dijadikan komoditas. Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi momen keberanian untuk mengutuk bentuk kekuasaan yang gagal memuliakan pendidikan,” tegas Allang salah satu jendral lapangan dalam aksi tersebut.
KPPM menilai bahwa saat ini tradisi intelektual kampus, seperti belajar, berguru, dan berpikir kritis, sengaja dilumpuhkan demi mempertahankan status quo kekuasaan.
Mereka juga mengkritik praktik pembungkaman terhadap mahasiswa yang bersuara kritis.
Dalam aksinya, KPPM membawa sejumlah tuntutan, antara lain:
-Pendidikan bukan barang dagangan.
-Gratiskan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
-Ubah orientasi pendidikan agar lebih ilmiah dan berwawasan kerakyatan.
Aksi ini berlangsung damai dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, meski sempat menyebabkan kemacetan di ruas jalan utama tersebut.(/*)Ir.T

