METROINFONEWS.COM | Gowa, – Aliansi Pemerhati Budaya melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Gowa. Aksi ini diadakan sebagai respon atas kisruhnya pengelolaan Museum Istana Balla Lompoa yang telah menimbulkan mosi tidak percaya di kalangan masyarakat Kabupaten Gowa terhadap Pemda setempat.kamis 18 Juli 2024
Dalam orasi tersebut menyatakan ” Museum Istana Balla Lompoa, yang merupakan simbol marwah Kerajaan Gowa dan menjadi salah satu warisan budaya dunia, mengalami berbagai masalah dalam pengelolaannya. Masyarakat mempertanyakan hilangnya kunci brangkas benda pusaka yang telah menjadi perbincangan hangat di media sosial beberapa hari terakhir. Kami menduga dan meragukan keaslian Salokoa (mahkota raja) dan benda pusaka lainnya, yang menimbulkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi museum tersebut.”
Di lanjutkan jendral lapangan membacakan Pernyataan Sikap Aliansi Pemerhati Budaya , Dalam aksi tersebut, menyampaikan beberapa tuntutan kepada Pemda Gowa:
1.Mendesak Bupati Gowa untuk Mencabut dan Menghapus Perda LAD
2. Mendesak Bupati Gowa untuk Menghadirkan Kunci Brangkas Benda Pusaka di Museum Istana Balla Lompoa
3. Meminta Bupati Gowa dan Raja Gowa ke-38 Segera Melakukan Pengecekan Keaslian Salokoa dan Benda Pusaka Lainnya yang Disaksikan TNI dan POLRI
4.Menuntut Pemda Gowa Segera Menjadwalkan Pertemuan dengan Menghadirkan Raja Gowa ke-38, TNI, POLRI, Kejaksaan Tinggi, dan Pengadilan Negeri untuk Membahas Pengembalian Pengelolaan Museum Istana Balla Lompoa
5.Mendesak Gubernur Sulsel, Kapolda Sulsel, dan Panglima Kodam untuk Turun Tangan Menyelesaikan Kisruh Pengelolaan Museum Istana Balla Lompoa.
Kekhawatiran dan Harapan kami Aliansi Pemerhati Budaya mengungkapkan kekhawatirannya bahwa sengketa pengelolaan Museum Istana Balla Lompoa dapat berlanjut tanpa penyelesaian yang jelas. Mereka berharap tindakan cepat dan tegas dari berbagai pihak terkait untuk mengatasi masalah ini, menjaga marwah Museum Istana Balla Lompoa, serta melestarikan warisan sejarah dan budaya yang tak ternilai harganya.
Aksi demonstrasi tersebut menyoroti pentingnya pengelolaan yang transparan dan akuntabel terhadap warisan budaya, serta mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan sejarah yang berharga. Masyarakat Kabupaten Gowa berharap agar tuntutan mereka dapat segera ditindaklanjuti demi kebaikan bersama.
Usai membacakan tuntutannya para pendemo membubarkan diri dengan tertib dan aman (/*SS)

