Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Iqbal Suhaeb Sidak Disdukcapil Takalar saat Libur Nasional, Pastikan Layanan KTP-el Tetap Berjalan.

Mei 15, 2026

Satreskrim Takalar Tindak Tegas Pelaku Kriminal,kasus Busur Hingga Pencurian Emas Terungkap.

Mei 13, 2026

Semangat Gotong Royong Warga Cakura, Masjid Dibangun dari Swadaya Masyarakat Capai Rp.850 Juta.

Mei 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»DAERAH»Pemerintah Aceh Tiadakan Pawai Takbiran Idul Fitri, Haji Uma: Kurang Bijak, Ini Tradisi Temurun Masyarakat Aceh
DAERAH

Pemerintah Aceh Tiadakan Pawai Takbiran Idul Fitri, Haji Uma: Kurang Bijak, Ini Tradisi Temurun Masyarakat Aceh

By April 6, 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM | BANDA ACEH – Langkah Pemerintah Aceh yang mentiadakan tradisi pawai takbiran menyambut Idul Fitri 1445 Hijriyah dengan sejumlah alasan dinilai tidak bijak oleh anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma.

Menurutnya, pawai takbiran telah menjadi tradisi di masyarakat dan bagian dari syiar islami untuk memeriahkan Idul Fitri. Untuk itu, pemerintah Aceh semestinya mencari solusi dan penyesuaian atas kondisi yang ada serta menyediakan perlindungan dan keamanan untuk pelaksanaannya.

“Ini tradisi masyarakat yang telah menurun dan bagian dari syiar islami. Mestinya, Pemerintah Aceh mencarikan solusi dan penyesuaian dengan kondisi yang ada, disediakan perlindungan dan keamanan dalam pelaksanaannya. Bukan sebaliknya meniadakan”, ujar Haji Uma melalui rilis media, Jumat (5/4/2024).

Sementara pelaksanaan festival takbiran yang dilaksanakan sebagai penggantinya di Mesjid Raya Baiturrahman menurut Haji Uma hanya bagian terkecil yang aksesnya hanya bagi masyarakat yang terdekat lokasi. Namun bagi masyarakat yang jauh dari lokasi tidak dapat merasakan gema kemeriahan Idul Fitri dari kegiatan.

Haji Uma juga ikut menyayangkan alasan peniadaan pawai takbiran karena adanya pertimbangan untuk menyukseskan proyek strategis nasional (PSN) yaitu Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pilkada yang akan digelar di Aceh kedepan nantinya.

“Kita menyayangkan PON dan Pilkada menjadi alasan peniadaan pelaksanaan pawai takbiran Idul Fitri. Jangan karena kita ingin menyukseskan proyek strategis nasional, kita malah menghilangkan tradisi yang kita miliki dan jalani secara temurun”, pungkas Haji Uma.

Diakhir pernyataannya, senator asal Aceh yang kembali terpilih untuk ketiga kalinya ini juga mengatakan bahwa korelasi PSN dan pawai takbiran kurang relevan untuk dikaitkan sebagai alasan. Bahkan dengan tradisi semacam ini akan menunjukkan identitas kita sebagai daerah syariat islam serta berdampak positif bagi Aceh, salah satunya sektor pariwisata.

Seperti diketahui, pemerintah Aceh melalui Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Zahlol Fajri pawai takbir menyambut Idul Fitri 1445 Hijriyah di Aceh ditiadakan. Sebagai gantinya, Festival Takbiran dihelat di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Zahrol menyatakan pawai takbiran tidak dapat digelar sehubungan dengan adanya Program Strategis Nasional yang akan berlangsung di Aceh, yaitu Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Alasan lain yaitu adanya beberapa ruas jalan di Banda Aceh yang sedang dalam perbaikan oleh dinas terkait.(FAHRUL)

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleApel Siaga 3+1 Berantas Halinar Lapas Kuala Simpang
Next Article APMB Gelar Aksi Unjuk Rasa, Desak KADISNAKER Gowa Evaluasi Pimpinan SPBU Bontonompo Milik PT. Sinar Jaya

Berita Terkait:

DAERAH Mei 15, 2026

Iqbal Suhaeb Sidak Disdukcapil Takalar saat Libur Nasional, Pastikan Layanan KTP-el Tetap Berjalan.

Mei 15, 2026 DAERAH
DAERAH Mei 13, 2026

Satreskrim Takalar Tindak Tegas Pelaku Kriminal,kasus Busur Hingga Pencurian Emas Terungkap.

Mei 13, 2026 DAERAH
DAERAH Mei 13, 2026

Semangat Gotong Royong Warga Cakura, Masjid Dibangun dari Swadaya Masyarakat Capai Rp.850 Juta.

Mei 13, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.