Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Miliki Senjata “Pamungkas”, SPBU Diduga Tak Berkutik Hadapi Oknum Suami Istri Pengumpul Solar Bersubsidi di Takalar.

Agustus 14, 2026

Mengaku Wartawan Diduga Jadi Pengumpul Solar, Petani di Takalar Keluhkan Sulitnya Mendapat BBM Subsidi.

Agustus 13, 2026

Bronjong Misterius Di Bulukunyi jadi Sorotan,Legilitas Proyek Dan Asal Material Di Pertanyakan.

Agustus 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»DAKWAH»Puncak Pemilu Tinggal Menghitung Hari: Masyarakat Dihimbau “Tidak Membeli Kucing dalam Karung
DAKWAH

Puncak Pemilu Tinggal Menghitung Hari: Masyarakat Dihimbau “Tidak Membeli Kucing dalam Karung

RedaksiBy RedaksiJanuari 19, 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Oleh: DR.H.Abdul Wahid,M

METROINFONEWS.COM | MAKASSAR -Sulsel , Istilah “jangan membeli kucing dalam karung” dalam konteks pemilu artinya masyarakat dihimbau agar jangan memilih pemimpin dengan ikut-ikutan tanpa didasari dengan pengetahuan mendalam terhadap sosok, rekam jejak serta program kerja yang ditawarkan dari setiap calon yang akan dipilih.

Secara administrasi semua calon yang ikut kontestasi pada pemilu ini adalah baik dan telah lolos verifikasi oleh KPU, baik caleg maupun capres, akan tetapi tentu kita ingin menjatuhkan pilihan pada calon yang terbaik dari semua calon yang ada.

Di sinilah perlunya para kontestan fokus menggunakan masa kampanye saat ini untuk memberi pendidikan politik kepada masyarakat, tanpa harus menjatuhkan atau menjelek-jelekan kandidat lain, serta menawarkan gagasan, program kerja, visi-misi yang realistis, terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dari ikhtiar tersebut di atas diharapkan memberi sumbangsih informasi yang signifikan kepada masyarakat sehingga secara bertahap akan meminimalisir adanya pemilih yang ikut-ikutan atau masyarakat yang “membeli kucing dalam karung”.

Sesuai jadwal yang ditetapkan oleh KPU puncak pelaksanaan pemilu tinggal menghitung hari tepatnya Rabu 14 Februari 2024 mendatang, oleh karena itu kita sebagai masyarakat harus lebih proaktif dalam mencari tau siapa sosok calon pemimpin yang layak mendapatkan mandat rakyat lima tahun mendatang.

Terlebih sebaran informasi yang sangat luas dan terbuka seperti saat ini seharusnya menjadikan masyarakat lebih mudah mengetahui dan menilai calon yang akan ia pilih pada hari pemungutan suara mendatang, sehingga masyarakat tidak memilih dengan ikut-ikutan atau buta-buta.

Ali bin Abi Thalib salah seorang sahabat Nabi Saw. yang tersohor namanya dalam dunia Islam pernah berkata; *”Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi, karena diamnya orang-orang baik”.*

Pesan ini menjadi motivasi kita sebagai umat dan bangsa agar sekecil apa pun kontribusi kita dalam memperbaiki bangsa ini, akan sangat berarti termasuk dalam menggunakan hak politik kita pada pemilu mendatang.

Hadirnya pemilu adalah sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat tentang keberlanjutan kepemimpinan daerah dan nasional lima tahun mendatang. Karenanya kontestasi dan persaingan dalam gelaran pemilu jangan membuat kita sebagai sesama anak bangsa saling membenci apa lagi saling menjatuhkan ketika pilihan politik kita berbeda dengan orang lain, karena pada prinsipnya perbedaan pilihan dalam demokrasi adalah hal yang lumrah.

Bukankah siapa pun yang keluar jadi pemenang dalam gelaran pemilu pada hakikatnya yang menang adalah seluruh rakyat Indonesia, karena telah berhasil melaksanakan pemilu dengan lancar dan damai didorong oleh semboyan “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”.(*)

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticlePenyidik Polres Gowa Bolak Balik Memanggil Pelapor Perkara Dugaan Pemalsuan Sporadik Oknum Kades Di Gowa, Aneh Kok Tanya Alas Hak Lokasi
Next Article Miris!! Tidak Adanya Kepedulian Kepsek, SMK Negeri 1 Idi Halaman Berlubang dan Berlumpur

Berita Terkait:

DAERAH Agustus 13, 2026

Mengaku Wartawan Diduga Jadi Pengumpul Solar, Petani di Takalar Keluhkan Sulitnya Mendapat BBM Subsidi.

Agustus 13, 2026 DAERAH
DAERAH Agustus 13, 2026

Bronjong Misterius Di Bulukunyi jadi Sorotan,Legilitas Proyek Dan Asal Material Di Pertanyakan.

Agustus 13, 2026 DAERAH
DAERAH Agustus 13, 2026

Pangdam XIV/Hasanuddin Resmikan Jembatan Perintis Garuda dan Program Air Bersih di Takalar.

Agustus 13, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.