Makassar | Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 2 Makassar Andi Mardiani Maddusila, mengatakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah mulai dilaksanakan dari Senin lalu, 18 Oktober 2021. Pihak Sekolah telah mempersiapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah dan mengantisipasi penularan Covid-19.
” Untuk melakukan PTM pada Senin lalu, (18/10) pada pelaksanaan Prokes, kami sudah mempersiapkan petugas tim Covid yang berjumlah 10 orang, dan alat cek suhu tubuh di dekat pintu masuk sekolah, ruangan-ruangan ditata lagi serta alur masuk dan keluar,” Ujarnya saat ditemui oleh awak media, Senin (26/10).
Kata dia, untuk pelaksanaan PTM tersebut kami didatangi oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar melalui tenaga kesehatan (Nakes) dari Puskesmas Makassau dan Rumah Sakit Pertiwi, melakukan Rapid test kepada para siswa-siswi.

” Para siswa-siswi untuk memasuki mereka di Rapid test terlebih dulu dengan tenaga kesehatan (Nakes) dari Puskesmas. karena telah ada, kerjasama antara Dinas Kesehatan Kota Makassar dengan Dinas Pendidikan,” ujar dia.
” Siswa-siswi sebelum memsuki kelas, mereka di tes suhu, cuci tangan, setelah itu ke tempat rapid. Di dalam kelas, kita sudah mengatur posisi anak yang jaraknya satu meter-satu meter, dan satu kelas terisi hanya 18 orang,” terangnya.
Dia Katakan, bahwa semua siswa SMP Negeri 2 Makassar telah Rapid Test dan hasilnya tidak terinfeksi positif virus corona. Dia ucapkan “Alhamdulillah, siswa kami sudah melakukan Rapid test semuanya Negatif.”
Dia menuturkan, jadwal siswa-siswinya yang mengikuti pembelajaran dilakukan secara daring dan luring, seperti yang hadir ke sekolah hanya dibolehkan 50 persen, setiap hari Senin, Rabu dan Jumat itu mengikuti PTM. Sedangkan Selasa dan Kamis mereka tetap melakukan pembelajaran melalui daring.
” Setiap siswa yang datang itu 50% dan selebihnya 50 % daring, belajar dari rumah, namun tetap mereka ada komunikasi dengan gurunya,” tandasnya.
Lanjut Mardiani, bila mana ada siswa kurang fit atau tidak enak badan, maka tim Covid akan memasukan ke ruang isolasi untuk nantinya diadakan penjemputan oleh orang tuanya. ( Basri)

