Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Disdukcapil Takalar: 137 Warga Binaan Lapas Kini Miliki NIK Valid.

April 27, 2026

Masyarakat Desa Cakura Bersama TNI Cor Talud  Jenelimbua.

April 27, 2026

Herd Immunity Jadi Kunci, Dokter Anak di Takalar Gencarkan Edukasi Pencegahan Campak.

April 27, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»DAKWAH»Teladan Ustman bin ‘Affan di Masa Paceklik yang Harus Kita Tiru
DAKWAH

Teladan Ustman bin ‘Affan di Masa Paceklik yang Harus Kita Tiru

By Desember 2, 2020Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Saat itu, Madinah sedang dalam keadaan paceklik. Ustman bin Affan memesan gandum dengan jumlah yang cukup banyak dari luar Madinah. Hingga suatu hari, gandumnya datang di Madinah. Gandum milik Utsman ini ternyata langsung membuat para pedagang tertarik.

Mereka (para pedagang itu) ingin membelinya dari Ustman dan kemudian di jual lagi dengan harga yang lebih mahal. Dalam prediksi mereka, pasti gandum itu akan laku di pasaran dan mereka pasti akan mendapat untung yang begitu banyak, mengingat saat itu adalah musim paceklik. Masyarakat luas pasti sangat membutuhkannya.

Satu pedagang datang kepada Utsman dan berkata akan membelinya dengan sejumlah harga tertentu, namun Utsman menolaknya. Ia mengatakan, “Sebeulumnya, sudah ada yang akan membelinya dengan harga yang lebih mahal daripada harga yang engkau tawarkan kepadaku.” Pembeli itu gagal mendapatkan gandum milik Utsman.

Dalam kesempatan yang lain, datang lagi seorang pedagang yang akan membeli gandum itu dengan harga tertentu juga, dan jawaban Ustman pun sama. Ia mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada yang akan membelinya dengan harga yang lebih mahal, dan oleh karenanya Utsman tak tertarik untuk menjual gandum itu kepadanya.

Hingga banyak pedagang yang datang kepada Utsman dengan tujuan akan membeli gandum miliknya. Harga yang ditawarkannya pun oleh para pedagang itu terus meningkat dari waktu ke waktu. Namun Ustman tetap keukeuh pada jawaban semula. Ia menolak dengan alasan bahwa sudah ada yang menawarkan harga yang lebih mahal.

Karena penasaran dengan siapa sebenarnya yang akan membeli gandum milik Utsman, para pedagang ini pun akhirnya sepakat untuk mendatanginya. Mereka berkata, “Kami yakin, tak akan ada yang mampu membeli gandum milik Anda dengan harga yang melebihi harga tertinggi yang kami tawarkan. Lantas siapa gerangan yang mampu membeli gandum milik Anda ini?”

Ustman menjawab, “Allah telah menawarkan keuntungan sebanyak tujuh ratus persen dan aku pun menyetujuinya. Dan kini akan aku serahkan gandum ini kepada yang diberi-Nya, yakni masyarakat miskin”. Ia pun lantas membaca ayat:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 261)

Kisah di atas yang termaktub dalam buku Yang Bijak dari M. Quraish Shihab karya M. Quraish Shihab. Selain belajar tentang kedewasaan kebijaksanaan dalam menghadapi paceklik, yakni tidak menari di atas penderitaan orang lain (tidak menjual barang barang primer dengan harga selangit), kita juga bisa memahami bahwa berbisnis yang paling menguntungkan adalah berbisnis dengan Allah.

Perumpamaan dalam ayat di atas menunjukkan betapa banyak balasan yang akan Allah berikan kepada mereka yang berinfak ketika di dunia, yakni mereka yang (ikhlas) menyerahkan dan mentasarufkan hartanya untuk ketaatan kepadaNya dan berbagai macam kebaikan. Begitu kurang lebih penjelasan dalam tafsir Al-Muntakhab.

Walhasil, berbisnis adalah mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Beli dengan harga sekian dan dijual dengan harga yang lebih banyak dari itu. Namun, dalam prakteknya, nilai kemanusiaan juga harus selalu dilibatkan. Misalnya, tidak memanfaatkan kesusahan orang lain hanya untuk mengejar laba yang tidak wajar. Jika ingin laba yang sangat besar, maka berbisnislah dengan Allah Swt! Wallahu a’lam.

 

Sumber:

Al-Azhar, Tim Lajnah Ulama. al-Muntakhab fi Tafsir al-Qur’an al-Karim. Mesir: al-Majlis al-A’la, 1995.

Shihab, M. Quraish. Yang Bijak dari M. Quraish Shihab. Tangerang: Lentera Hati, 2014.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleBegini Penjelasan Syahbandar Molawe Terkait Tudingan Konspirasi dengan PT DMS
Next Article Ekspresi Muslim yang Kasar dan Keras Menodai Islam Agama Rahmat

Berita Terkait:

DAERAH April 17, 2026

*Mengenal Lebih Dekat Astrini Syamsuddin, Penulis dengan Genre Self-Help Religius*

April 17, 2026 DAERAH
DAKWAH Februari 4, 2026

Jelang Penyerahan SK PPPK, Sekda Langsa Turun Langsung Rapikan Barisan

Februari 4, 2026 DAKWAH
DAKWAH Januari 16, 2026

Ketua Yayasan Panti Asuhan Al Nursam Isi Hikmah Isra Mi’raj di Kodam Papua Selatan

Januari 16, 2026 DAKWAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.