Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pelepasan Jemaah Haji Takalar di Warnai Kisah Haru Anggi Gantikan Almarhumah Ibunya.

Mei 1, 2026

Aktivis Desak Pengusutan Tuntas Dana PUAP @pertanian Takalar: Diduga Menguap, Negara dan Petani Dirugikan

April 30, 2026

Demi Peningkatan Kesejahteraan Imam Desa,Rumah Hukum Indonesia Singgahi BAZNAS Takalar.

April 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»PEMERINTAH»DisBudPar SulSel Menggelar FGD untuk Kemudahan Pengelolaan Museum
PEMERINTAH

DisBudPar SulSel Menggelar FGD untuk Kemudahan Pengelolaan Museum

Metro Info NewsBy Metro Info NewsAgustus 26, 2020Updated:Agustus 27, 2020Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Makassar | Bersama para Pengelola Museum yang ada di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel), Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (DisBudPar) Provinsi SulSel melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) selama sehari, Rabu (26/08/20). Tepatnya di Grand Asia Hotel di Jalan Boulevard Raya Nomor 10, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Pengelola Museum yang hadir di antaranya dari Museum La Galigo, Museum Kota Makassar, Museum Naval Lantamal VI Makassar, Museum Balla Lompoa Gowa dan sejumlah Pemerhati Museum. Turut hadir pula dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) SulSel serta Balai Arkeologi pada Bidang Budaya.

Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya, H Muh Saleh melaporkan jika kegiatan itu ditujukan untuk melengkapi data koleksi Museum Karaeng Pattingalloang. Sekaligus menjadi bahan informasi bagi pengunjung.

“FGD hari ini bertujuan untuk memberikan identitas tiap koleksi museum dan memudahkan pengelolaan di museum serta memudahkan pelayanan publik. Dengan pertemuan ini kita harapkan sebagai upaya melengkapi data koleksi museum, khususnya Museum Karaeng Pattingalloang”, jelasnya.

Ditambahkan bahwa FGD selama sehari itu, fokus membahas koleksi numismatika atau mata uang. Saat ini terdapat 536 buah koleksi mata uang di museum tersebut, baik uang ketas maupun logam.

“Dari 536 buah, hasil penggalian Benteng Somba Opu tahun 2019, 100 buah koleksi sudah teregistrasi dan terinventarisasi. Begitu juga hasil penggalian tahun 2020 sebanyak 100 numismatika, mata uang kertas dan logam telah teregistrasi dan terinventarisasi”, terang Saleh.

Menyikapi itu, Kepala DisBudPar SulSel, Denny Irawan Saardi menegaskan, museum seharusnya intens melakukan registrasi dan inventarisasi terhadap seluruh koleksinya. Dengan begitu, tidak akan terjadi ketimpangan yang memungkinkan hilangnya koleksi karena dianggap tidak dikelola museum.

“Tentu kita berharap dengan FGD ini, kita jadikan momentum untuk menumbuhkan, menjaga kelestarian museum khususnya terjaganya koleksi. Salah satu caranya, semua koleksi kita registrasi dan inventarisasi agar aman dan terjaga”, tutur dia.

Menyinggung optimalisasi museum, baik dari sisi pemanfaatan maupun pengelolaan, Denny minta agar kembali digalakkan Asosiasi Pengelola Museum. Sehingga akan terjalin sinergitas antar Pengelola Museum serta masing-masing koleksi yang dikelola.

“Mudah-mudahan saja banyak masukan, informasi untuk melengkapi data terkait koleksi yang ada. Asosiasi Pengelola Museum, penting untuk kembali digalakkan, supaya ada sinergitas”, pungkasnya.

Lp Menurutnya, koleksi tiap museum tentu berbeda-beda. Karenanya sistem informasi dan registrasi yang berbasis teknologi amat dibutuhkan di tengah era yang serba cepat atau dikenal dengan era industri 4.0.(*)

DisBudPar SulSel Menggelar FGD untuk Kemudahan Pengelolaan Meseum
Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleTinjau Sungai Rakki Rakki Desa Wara, Suaib Mansur: Kita Upayakan Pembersihan Sungai
Next Article Kades Layoa Tetap Beri Pelayanan Kepada Warganya Walau Diruang Terbuka

Berita Terkait:

DAERAH Mei 1, 2026

Pelepasan Jemaah Haji Takalar di Warnai Kisah Haru Anggi Gantikan Almarhumah Ibunya.

Mei 1, 2026 DAERAH
DAERAH April 30, 2026

Aktivis Desak Pengusutan Tuntas Dana PUAP @pertanian Takalar: Diduga Menguap, Negara dan Petani Dirugikan

April 30, 2026 DAERAH
HUKUM April 30, 2026

Dugaan Malapraktik di RS Thalia Irham: Pihak Rumah Sakit Diduga Berupaya Hilangkan Alat Bukti

April 30, 2026 HUKUM
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.