Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Wakil Bupati Takalar Hadiri Launching Nasional 1.061 Koperasi Merah Putih, Siap Perkuat Ekonomi Desa.

Mei 16, 2026

Bonto Nompo selatan Jadi perhatian Laungching Nasional Koperasi merah putih Digelar Di desa Jipang.

Mei 16, 2026

Iqbal Suhaeb Sidak Disdukcapil Takalar saat Libur Nasional, Pastikan Layanan KTP-el Tetap Berjalan.

Mei 15, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»MAKASSAR»Literasi Seni Lewat Sinrilik, Kacapi, dan Suling di SMPN 6 Polongbangkeng Utara Takalar
MAKASSAR

Literasi Seni Lewat Sinrilik, Kacapi, dan Suling di SMPN 6 Polongbangkeng Utara Takalar

adminimBy adminimJanuari 29, 2026Updated:Maret 26, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

METROINFONEWS.COM |TAKALAR – Literasi seni budaya berbasis tradisi lokal kembali dihidupkan di lingkungan sekolah. Kali ini, siswa-siswi SMP Negeri 6 Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, mendapat pengalaman langsung mengenal dan menikmati seni musik tradisional Bugis-Makassar melalui pertunjukan sinrilik (kesok-kesok), kacapi, dan suling, Rabu (28/1/2026).

Suasana kelas berubah menjadi ruang pertunjukan kecil ketika Sirajuddin Daeng Pata’ memetik kacapi, disusul Haeruddin Ahar Daeng Nassa yang meniup seruling.

Keduanya melantunkan komposisi khas pengiring Tari Paddupa, tarian tradisional Bugis-Makassar yang lazim ditampilkan sebagai bentuk penghormatan dalam penyambutan tamu.

Tanpa persiapan formal, kedua seniman memainkan musik secara spontan layaknya jam session, disaksikan guru dan puluhan siswa. Harmonisasi permainan mereka sontak disambut tepuk tangan meriah.

SMP Negeri 6 Polongbangkeng Utara sendiri berada di kawasan perbukitan, tepat di seberang Bendungan Pammukulu yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2024.

Meski menyandang nama Polongbangkeng Utara, sekolah ini secara administratif berada di wilayah Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Kegiatan literasi seni tersebut turut didampingi Rusdin Tompo, penulis dan penyair yang selama ini aktif mengampanyekan Sekolah Ramah Anak serta literasi budaya di berbagai satuan pendidikan.

“Selama ini, anak-anak belajar menari hanya dengan musik pengiring dari YouTube. Hari ini mereka bisa menyaksikan langsung permainan musik tradisional secara live oleh ahlinya,” ujar Rusdin Tompo.

Antusiasme juga datang dari pihak sekolah. Kepala UPT SPF SMP Negeri 6 Polongbangkeng Utara, Erma Mapparenta, S.Pd., M.Pd., tampak menikmati jalannya pertunjukan.

Kepala sekolah yang sebelumnya bertugas sebagai guru di SMP Negeri 1 Mangarabombang itu bahkan terlihat beberapa kali mendokumentasikan penampilan para seniman dan respons siswa menggunakan smartphone-nya.

Ia mengaku senang melihat siswa-siswi dan para guru begitu antusias terhadap seni tradisi, yang dinilainya memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan kepercayaan diri peserta didik.

“Harus berani dan percaya diri kalau ingin maju,” ujar Erma Mapparenta memberi semangat kepada para siswa.

Menurutnya, kegiatan literasi seni seperti ini sejalan dengan upaya sekolah dalam memperkaya pengalaman belajar siswa, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.

Sirajuddin Daeng Pata’, seniman multitalenta asal Gowa kelahiran 1969, dikenal piawai memainkan berbagai alat musik tradisional Makassar, di antaranya kacapi, suling, kesok-kesok, dan gendang.

Bersama Sanggar Siradjuddin asuhan almarhum Siradjuddin Daeng Bantang, ia telah tampil di berbagai forum seni internasional dan tercatat pernah pentas di 28 negara. Ia juga dikenal sebagai paganrang atau penabuh gendang.

Sementara itu, Haeruddin Ahar Daeng Nassa yang populer dengan sebutan Pasinrilik tak hanya dikenal sebagai penutur sinrilik, tetapi juga piawai memainkan suling bambu.

Seniman kelahiran 1970 ini pernah tampil di Istana Negara pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan terlibat dalam sejumlah parade budaya peringatan HUT Kemerdekaan RI bersama Sanggar Sejati.

“Sebelum dikenal sebagai Pasinrilik, saya lebih dulu bermain suling tradisional dan angngaru,” ungkap Daeng Nassa di hadapan siswa.

Dalam sesi interaktif, Daeng Nassa menanyakan kepada siswa nama alat musik gesek yang dibawanya. Tak satu pun siswa mampu menjawab. Ia kemudian menjelaskan bahwa alat musik tersebut bernama kesok-kesok. Ketika dimainkan sambil bertutur secara berirama, seni ini disebut sinrilik.

“Sinrilik adalah seni tradisi lisan yang berisi sejarah, legenda, filosofi, pesan moral, bahkan kritik sosial terhadap pemerintahan yang tidak adil. Dahulu juga digunakan sebagai sarana menyampaikan pengumuman kepada masyarakat,” jelasnya.

Saat salah seorang siswa mencoba menyanyikan lagu pop dengan iringan kesok-kesok, Daeng Nassa menjelaskan bahwa jenis lagu tersebut lebih tepat diiringi kacapi.

Ia pun memetik kacapi membawakan lagu Anging Mammirik, sementara Daeng Pata’ bergantian meniup seruling. Harmonisasi keduanya menciptakan suasana syahdu di dalam kelas.

Sekitar 50 siswa SMP yang berlokasi di Desa Kale Ko’mara itu pun tak hanya memperoleh pengetahuan tentang alat musik tradisional, tetapi juga mendapatkan pemahaman literasi budaya Makassar secara langsung sebuah pengalaman yang jarang mereka peroleh dalam pembelajaran formal sehari-hari.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa literasi seni dan budaya lokal masih relevan untuk ditanamkan di sekolah, sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya kepada generasi muda.(/*)red (indra Mapparenta)

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleKapolres Aceh Besar Di Dampingi Kasat Intelkam Ngopi Bareng Bersama Wartawan 
Next Article Pembina IWO-I DPW Sulsel Raih Gelar Doktor Cumlaude di UNM

Berita Terkait:

DAERAH Mei 16, 2026

Wakil Bupati Takalar Hadiri Launching Nasional 1.061 Koperasi Merah Putih, Siap Perkuat Ekonomi Desa.

Mei 16, 2026 DAERAH
DAERAH Mei 16, 2026

Bonto Nompo selatan Jadi perhatian Laungching Nasional Koperasi merah putih Digelar Di desa Jipang.

Mei 16, 2026 DAERAH
DAERAH Mei 15, 2026

Iqbal Suhaeb Sidak Disdukcapil Takalar saat Libur Nasional, Pastikan Layanan KTP-el Tetap Berjalan.

Mei 15, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.