METROINFONEWS.COM | Gowa, Sulsel – Akses jalan yang menghubungkan Desa Tassese menuju Desa Tamalatea, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, hingga kini masih belum teraspal, meski sudah lama menjadi perhatian warga. Masyarakat setempat mengungkapkan rasa frustrasi mereka karena kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki, meskipun wilayah tersebut merupakan bagian dari daerah pemilihan (Dapil) salah seorang anggota DPRD Kabupaten Gowa, Dra. Hj Sutihati Dahlan, dan juga daerah asal mantan Wakil Bupati Gowa yang berasal dari Kecamatan Manuju.
Jalan tersebut, yang sudah lama dibiarkan dalam kondisi rusak parah, bahkan tak pernah tersentuh aspal sejak masa penjajahan kolonial Belanda. Kondisi ini memunculkan rasa kecewa mendalam di kalangan warga yang merasa pemerintah daerah hanya memberikan janji-janji manis tanpa tindakan nyata.
Nur Hikmah Suparman, seorang tokoh masyarakat setempat, mengatakan bahwa keluhan warga semakin menguat terutama saat musim hujan. “Setiap kali hujan turun, jalan ini menjadi sangat becek dan sulit dilalui. Anak-anak sekolah dan warga yang bekerja pun sering kali terlambat dan kesulitan untuk mencapai tujuan mereka,” ungkap Hikmah.
Menurut Hikmah, akses jalan yang baik adalah faktor penting dalam mendukung sektor pendidikan dan kesehatan. “Salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian masyarakat adalah dengan memperbaiki infrastruktur jalan yang memadai. Kami meminta agar jalan ini segera dibangun dan tidak dibiarkan begitu saja,” tegasnya.
Meskipun masyarakat telah berulang kali menyuarakan aspirasi mereka melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Desa dan Kecamatan, hingga kini belum ada solusi nyata dari Pemkab Gowa maupun anggota DPRD. Kepala Desa Tassese, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan bahwa jalan tersebut merupakan akses jalan kabupaten, sehingga pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan. “Kami sudah sering mengusulkan perbaikan jalan ini melalui Musrenbang, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, saat melakukan Reses di Desa Tassese pada tanggal 3 Desember 2025, Dra. Hj Sutihati Dahlan, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat yang merupakan wakil rakyat untuk Dapil II, mengungkapkan bahwa saat ini anggaran untuk perbaikan jalan tersebut tidak tersedia. “Anggaran untuk perbaikan jalan ini terpaksa dipangkas, jadi kami meminta warga untuk bersabar,” ungkap Sutihati Dahlan.
Pernyataan Sutihati Dahlan tersebut tidak mampu meredakan amarah warga. Sejumlah warga merasa bahwa janji-janji yang dilontarkan oleh pemerintah dan wakil rakyat selama ini tidak ada gunanya jika tidak diikuti dengan langkah konkret. “Kami bukan hanya butuh janji, kami butuh tindakan. Kami bayar pajak, kami juga warga negara yang berhak mendapatkan infrastruktur yang layak,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Dari Beberapa Tanggapan Warga Mendesak Tindakan Nyata dari Pemerintah
Dengan kondisi yang semakin memperburuk kehidupan sehari-hari masyarakat, warga Desa Tassese dan Tamalatea meminta kepada Pemkab Gowa dan DPRD untuk segera merealisasikan janji perbaikan jalan ini. “Jangan biarkan kami terus terabaikan,” tutup Nur Hikmah Suparman dengan penuh harap.(/*)red
