METROINFONEWS.COM |Makassar – Jumat 31 Oktober 2025 – Himpunan Mahasiswi Islam (KOHATI) Cabang Makassar menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Salah satu kasus terbaru yang diduga terjadi di sebuah kampus negeri ternama di Makassar menjadi sorotan publik.
Ketua Umum KOHATI Cabang Makassar menilai peristiwa semacam ini mencederai nilai moral dan intelektual yang seharusnya dijunjung tinggi oleh dunia akademik.
“Sangat ironis ketika perguruan tinggi yang semestinya menjadi simbol intelektualitas dan moral justru menjadi ruang terjadinya kekerasan seksual,” ujarnya.
Menurutnya, dugaan kasus tersebut harus menjadi alarm moral bagi seluruh civitas akademika. Kekerasan seksual di kampus bukan hanya pelanggaran etik, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai pendidikan dan kemanusiaan.
Lebih lanjut, KOHATI menegaskan bahwa kampus seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas berekspresi bagi seluruh mahasiswa. Namun dalam kenyataannya, masih ada kasus yang penanganannya lamban atau tertutup dengan alasan menjaga nama baik institusi.
“Kampus harus menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang, bukan malah menjadi tempat yang menakutkan karena adanya ketimpangan kuasa atau penyalahgunaan jabatan,” tambah Ketua Umum KOHATI.
KOHATI Cabang Makassar mendorong pihak kampus dan aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, transparan, dan berpihak pada korban. Selain itu, lembaga pendidikan juga diminta memperkuat sistem pencegahan serta mekanisme pengaduan agar tidak ada lagi korban yang bungkam karena takut atau malu.(/*)red
